Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Muhaimin Usul NU-Muhammadiyah Dapat Nobel Perdamaian

Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar akan mengusulkan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) untuk diberikan nobel perdamaian (Nobel Peace Prize).
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 16 Februari 2022  |  13:52 WIB
Ini Alasan Muhaimin Usul NU-Muhammadiyah Dapat Nobel Perdamaian
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar akan mengusulkan organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) untuk diberikan nobel perdamaian (Nobel Peace Prize).

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu berpandangan bahwa pihak yang dapat mengusulkan penerima nobel peace prize tersebut adalah anggota DPR, Presiden, Rektor Universitas dan pemenang hadiah nobel.

Setelah diusulkan, kata Cak Imin, pihak panitia atau tim seleksi yang dibentuk oleh Parlemen Norwegia atau Norwegian Noble Committee akan melakukan seleksi dan diteliti oleh para ahli.

"Periode nominasi ini dimulai antara September-31 Januari setiap tahun. Kemudian, keputusan final akan terjadi pada bulan Oktober. Lalu Desember ada seremoni penerimaan hadiah nobel," tuturnya di Gedung DPR, Rabu (16/2/2022).

Cak Imin menjelaskan alasan dirinya mengusulkan Muhammadiyah dan NU sebagai penerima nobel peace prize itu, karena kedua organisasi Islam itu telah menunjukkan prestasi dan jasa besar bagi perdamaian di Indonesia dan dunia.

"NU dan Muhammadiyah telah bertahun-tahun aktif berkontribusi melakukan upaya perdamaian, lalu bantuan kemanusiaan dan advokasi internasional untuk membuat dunia lebih damai," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

muhaimin iskandar muhammadiyah hadiah nobel nahdlatul ulama
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top