Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tingginya Angka Covid-19 saat PTM, TII: Pengawasan Satgas di Sekolah Lemah

Lemahnya pengawasan Satgas Covid-19 dari Dinas Pendidikan membuat angka penularan Covid-19 saat pertemuan tatap muka (PTM) di sekolah melonjak tinggi
Wahyu Arifin
Wahyu Arifin - Bisnis.com 09 Februari 2022  |  17:29 WIB
Tingginya Angka Covid-19 saat PTM, TII: Pengawasan Satgas di Sekolah Lemah
Sejumlah siswa mencuci tangannya seusai mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi, Jakarta Selatan, Senin (30/8/2021). Sebanyak 610 sekolah di Ibu Kota menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan protokol kesehatan ketat. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute (TII), Nisaaul Muthiah mengatakan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen di tengah melonjaknya varian Omicron sudah tepat. 

Hanya saja, kata Nisa, tetap harus ada kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan di sekolah yang melakukan PTM 50 persen, terutama terkait penggunaan masker, pencegahan kerumunan dan jaga jarak di dalam ruang kelas. 

“Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pernah menyatakan PTM akan aman dilakukan jika positivity rate suatu daerah telah berada di bawah 5 persen. Sedangkan saat ini, positivity rate DKI Jakarta 22,5persen dan daerah-daerah lain hampir serupa. Menunda PTM 100 persen dan beralih ke pembelajaran campuran saat ini adalah pilihan yang tepat,” ujar Nisa dalam keterangan tertulis, Rabu (9/2/2022). 

Sejak awal Januari 2022, beberapa daerah telah menerapkan PTM 100 persen. Namun, masih banyak keluhan dari warga dan orang tua peserta didik mengenai kendornya penerapan protokol kesehatan di sekolah. Satgas Covid-19 di sekolah dikeluhkan hanya diadakan sebagai formalitas dan datang seminggu sekali.  

“Temuan terkait pelanggaran protokol kesehatan dalam proses PTM terbatas menunjukkan lengahnya pengawasan dari Satgas Covid-19. Saat seperti ini, tingkat vaksinasi saja tidak cukup untuk mencegah adanya penyebaran virus COVID-19 baik itu di lingkungan masyarakat secara umum maupun di lingkungan satuan pendidikan,” kata Nisa.

TII meminta Kemendikbud-Ristek, Dinas Pendidikan, satuan pendidikan dan pemangku kepentingan lain perlu benar-benar mempersiapkan daftar periksa dan menerapkan protokol kesehatan agar satuan pendidikan tidak menjadi kluster penularan COVID-19. 

Lebih lanjut, saat PTM 100 persen dilakukan beberapa waktu yang lalu, TII menemukan masih ada satuan pendidikan yang belum siap, baik itu pada daftar periksa yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan, penerapan protokol kesehatan, maupun aspek lainnya. 

Dari hasil pantauan TII di DKI Jakarta, pada daftar periksa bagian poin ketersediaan sarana dan prasarana sanitasi, kebersihan, dan kesehatan misalnya. Cadangan masker dan ketersediaan sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer salah satu syarat PTM. 

“Tapi di DKI Jakarta, data dalam sekolah.data.kemdikbud.go.id menunjukkan baru 50,56 persen satuan pendidikan yang menyatakan ketersediaan masker cadangan, sementara 22,69 persen satuan pendidikan menyatakan tidak tersedianya perlengkapan tersebut, dan sisanya 26,74persen belum memberi respon terkait ketersediaan perlengkapan tersebut,” ujarnya.  

Selain itu, sambung Nisa, masih ada 0,79 persen satuan pendidikan di DKI Jakarta yang menyatakan belum tersedianya CTPS atau hand sanitizer. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa belum semua satuan pendidikan di DKI Jakarta siap untuk melakukan PTM terbatas.

Saat ini, per 9 Februari 2022, terdapat 233,062 kasus COVID-19 aktif di Indonesia. Jumlah tersebut hampir 50 kali lipat dibanding angka kasus aktif per 1 Januari (4.399 kasus) saat PTM 100 persen akan mulai diselenggarakan di beberapa daerah, termasuk salah satunya di DKI Jakarta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan sekolah pembelajaran tatap muka
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top