Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas! Omicron Bisa Pecahkan Rekor Kasus dan Pasien Covid-19 Rawat Inap

Virus Corona varian Omicron bisa menyebabkan peningkatan rekor jumlah kasus dan rawat inap Covid-19.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 02 Februari 2022  |  06:28 WIB
Awas! Omicron Bisa Pecahkan Rekor Kasus dan Pasien Covid-19 Rawat Inap
RSUD Tarakan. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Virus Corona varian Omicron bisa menyebabkan peningkatan rekor jumlah kasus dan rawat inap Covid-19.

Meskipun Omicron memiliki risiko relatif lebih rendah dibandingkan dengan Delta, namun Omicron juga tetap bisa menyebabkan peningkatan rekor jumlah kasus dan rawat inap Covid-19.

Dikutip dari akun Instagram @adamprabata, Rabu (2/2/2022), berdasarkan data CDC Amerika Serikat, angka tertinggi kasus harian varian Omicron lebih tinggi 5 kali dibandingkan varian Delta, sedangkan angka tertinggi rawat inap lebih tinggi 1,8 kali.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 mencapai 16.021 pada Selasa (1/2/2022).

 Laporan itu tercatat bertambah 5.836 kasus dibandingkan kasus positif pada Senin (31/1/2022). Secara akumulatif, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 yang sudah terdeteksi mencapai 4.369.391 orang.

Sedangkan, kematian pasien konfirmasi positif Covid-19 bertambah 28 orang. Alhasil, jumlah kasus kematian akibat Covid-19 telah mencapai 144.348 jiwa selama dua tahun terakhir.

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan sebanyak 3.240 pasien dinyatakan sembuh, totsl pasien yang telah dinyatakan sembuh mencapai 4.143.694 orang.

Adapun, kasus aktif Covid-19 bertambah sebanyak 12.753. Secara keseluruhan, kasus aktif yang masih dirawat di sejumlah fasilitas layanan kesehatan mencapai 81.349 pasien.

Puncak infeksi kasus varian Omicron di Indonesia diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. Perkiraan tersebut berdasarkan kondisi yang terjadi di sejumlah negara, seperti Zambia, UK, dan Afrika Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top