Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luhut Bandingkan Kasus Omicron di Indonesia dengan Negara Lain

Luhut menyebut jumlah pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia bisa lebih tinggi dari varian Delta, jika kasus harian meningkat lebih dari tiga kali lipat.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 31 Januari 2022  |  17:46 WIB
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan konferensi pers evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali, Sabtu (17/7/2021). - zoom meeting
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan konferensi pers evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali, Sabtu (17/7/2021). - zoom meeting

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membandingkan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia dengan beberapa negara lainnya.

"Data yang kami himpun bahwa tingkat rawat inap di beberapa negara seperti Afrika Selatan, Amerika, Israel maupun di Inggris, sepertiga kali lebih rendah dari Delta. Namun, jumlah rawat inap di negara tersebut lebih tinggi dikarenakan jumlah kasus di negara tersebut tiga kali lebih tinggi dari delta," katanya dikutip dari YouTube Setpres, Senin (31/1/2022).

Luhut menilai, berdasarkan data tersebut, jumlah pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia bisa lebih tinggi dari varian Delta, jika kasus harian meningkat lebih dari tiga kali lipat dari puncak varian Delta pada tahun lalu.

"Kita lihat kasus tahun lalu lebih dari 56.000, bisa saja tiga kali lipat dari itu jika tidak berhati-hati. Namun, hingga saat ini kami memperkirakan angka tersebut kecil kemungkinan terjadi karena berbagai simulasi model yang kita susun bersama pakar, angka itu masih jauh. Kita tidak perlu panik berlebihan tapi tetap harus super waspada," ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan bahwa kasus konfirmasi Covid-19 per 30 Januari 2022 masih seperlima dari puncak Delta pada Juli tahun lalu.

Jumlah pasien rawat inap di rumah sakit, sambungnya, saat ini masih dalam kondisi aman yakni sepersepuluh dari puncak lonjakan kasus akibat varian Delta pada tahun lalu.

"Antisipasi dari keganasan Omicron ini, Kemenkes telah menyiapkan faskes yang sangat memadai jauh lebih bagus dari tahun yg lalu," jelasnya.

Luhut menambahkan, kasus Vovid-19 di Jawa Bali terus meningkat, tapi terdapat juga penurunan kasus harian dalam 7 hari terakhir. Menurutnya, hal itu adalah anomali yang akan terus diamati perkembangannya dalam satu minggu kedepan.

"Saat ini kasus konfirmasi masih didominasi oleh Provinsi DKI Jakarta. Namun, dalam beberapa hari terakhir kasus konfirmasi juga mulai terdeteksi dan naik signifikan di provinsi lain di Jawa Bali," ungkapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan Covid-19 Covid-19 Varian Delta omicron
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top