Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Ujaran 'Jin Buang Anak' Edy Mulyadi Naik Ke Penyidikan

Polisi sudah menemukan bukti yang cukup untuk menaikkan status perkara Edy Mulyadi ke penyidikan.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 26 Januari 2022  |  15:10 WIB
Tangkapan layar wartawan Forum News Network (FNN) Edy Mulyadi. ANTARA - HO/YouTube
Tangkapan layar wartawan Forum News Network (FNN) Edy Mulyadi. ANTARA - HO/YouTube

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi meningkatkan status perkara dugaan ujaran kebencian dengan terlapor Edy Mulyadi ke tahap penyidikan.

Polisi sudah menemukan bukti yang cukup untuk menaikkan status perkara. Keputusan itu diambil dalam gelar perkara belum lama ini.

"Terkait perkara ujaran kebencian yang dilakukan saudara EM ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Rabu (26/1/2022).

Ramadhan mengatakan pihaknya telah mengirim surat surat pemberitahuan dimulainya oenyidikan atau SPDP ke Kejaksaan Agung.

Selain itu, pihaknya pun melakukan pemanggilan terhadap EM sebagai saksi serta beberapa orang lainnya untuk hadir pada Jumat (22/1/2022) mendatang.

"Dapat diketahui bahwasanya penyidik Bareskrim Polri juga telah mengirimkan 2 tim ke Polda Kaltim dan Polda Jateng untuk melakukan pemeriksaan saksi- saksi di wilayah tersebut. Termasuk melakukam pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada di Jakarta," kata Ramadhan.

Diketahui, nama Edy Mulyadi sedang ramai diperbincangkan. Hal ini karena ucapannya dinilai menghina Kalimantan dan juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Edy menyebut IKN Nusantara di Kalimantan adalah tempat 'jin buang anak'. Hal tersebut pun menyulut emosi khususnya warga Kalimantan yang tidak terima tanahnya disebut dengan tidak pantas dan cenderung mengarah pada isu SARA.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polisi penyidikan Ujaran Kebencian
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top