Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Kian Meningkat, CIPS: Belum Waktunya Perketat PPKM

Sebagian negara menilai gejala yang ditimbulkan dari varian Covid-19 omicron cukup ringan, sehingga pemerintah belum memperketat PPKM.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 26 Januari 2022  |  17:46 WIB
Warga berolahraga di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (23/1/2022). Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap membatasi aktivitas di luar rumah seiring peningkatan kasus terkonfirmasi COVID-19 varian Omicron di Indonesia. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar - aww.
Warga berolahraga di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (23/1/2022). Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap membatasi aktivitas di luar rumah seiring peningkatan kasus terkonfirmasi COVID-19 varian Omicron di Indonesia. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar - aww.

Bisnis.com, JAKARTA – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai pemerintah belum akan memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah untuk menekan penyebaran varian Covid-19, omicron.

Penyebabnya, Associate Researcher CIPS Andree Surianta mengatakan untuk melakukan pembatasan secara masif atau rem darurat tidak sebanding dengan risiko yang akan diterima Indonesia ke depannya.

“Terkait rem darurat, sebenarnya negara Amerika dan Eropa memilih untuk tidak memperketat secara besar-besaran. Salah satu pertimbanganya Omicron cenderung lebih ringan gejalanya, jadi kerugian dari varian ini dianggap lebih kecil dibanding kerugian ekonomi kalau menerapkan lockdown besar-besaran,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (25/1/2022).

Andree melanjutkan, saat ini upaya yang tepat adalah memperkuat pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di masyarakat.

“Jadi, perlu ada kampanye mengingatkan kembali pentingnya penggunaan masker dan menjaga jarak, misalnya. Selain itu vaksinasi juga perlu digenjot terus, terutama untuk anak 6-11 tahun dan lansia,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Indonesia kembali mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan dalam sepekan terakhir, di mana pada Selasa (25/1/2022) kasus mencapai angka 4.878.

Berdasarkan Data Satgas Penanganan Covid-19 per Selasa (25/1/2022) penambahan tersebut membuat total kasus saat ini mencapai 4.294.183.

Sebelumnya, pada 24 Januari Indonesia mencatatkan kasus di angka 2.927, di mana mengalami kenaikan sedikit dibandingkan pada 23 Januari yang menginjak angka 2.925 kasus.

Hal ini tentunya lebih baik bila dibandingkan pada 22 Januari Indonesia mencatatkan 3.205 kasus positif. Adapun, pada 21 Januari tercatat adanya 2.604 kasus positif, kemudian pada 20 Januari dengan 2.116 kasus.

Sementara itu, pada 19 Januari Indonesia mencatatkan 1.745 kasus positif, pada 18 Januari dengan 1.362 kasus, 17 Januari mencapai 772 kasus, dan pada 16 Januari 855 kasus positif.

Penambahan kasus baru tertinggi kemarin tercatat di DKI Jakarta, yaitu sebanyak 2.190 kasus. Kemudian, diikuti Jawa Barat dengan 1.238 kasus, dan Banten dengan 844 kasus.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 PPKM Darurat omicron
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top