Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRIN Ungkap Beberapa Kendala Pengembangan Vaksin Merah Putih

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengungkapkan beberapa kendala terkait pengembangan vaksin Merah Putih saat ini.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 26 Januari 2022  |  17:25 WIB
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA  - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengungkapkan beberapa kendala terkait pengembangan vaksin Merah Putih. Pengembangan vaksin selama ini dilaksanakan oleh tujuh tim yakni tim dari ITB, UI (2 tim), LBM Eijkman, UNPAD, LIPI dan UNAIR.

Dalam konteks vaksin Merah Putih, dia mengatakan ada permasalahan utama yang dihadapi yaitu, Indonesia belum pernah memiliki tim yang berpengalaman sampai uji klinis dalam pengembangan vaksin dari awal.

“Pengalaman tim periset dalam pengembangan vaksin baru sampai uji praklinis. Untuk itulah semua tim yang ada bekerja dengan keras melakukan percobaan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Sebagian besar vaksin yang diproduksi di Biofarma itu masih berbasis lisensi. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para periset BRIN,” kata Handoko dalam keterangannya, Rabu (26/1/2022).

Permasalahan lainnya, ungkap Handoko, Indonesia belum memiliki fasilitas uji terbatas yang berstandar Good Manufacturing Practices (GMP). Selain itu, RI juga belum mempunyai fasilitas animal BSL 3 sebagai salah satu fasilitas penting untuk melakukan uji pra klinis.

“Uji pra klinis pertama kita menggunakan mencit, itu kita sudah punya di Cibinong. Namun, untuk uji yang menggunakan makaka [sejenis monyet] kita tidak siap,” ungkap Handoko.

Untuk itulah, BRIN tutur Handoko, berupaya membangung fasilitas uji terbatas berstandar GMP dan fasilitas uji animal BSL 3 untuk makaka yang berkapasitas 80 ekor.

Sebelum terintegrasinya lembaga riset ke BRIN, LIPI bersedia membangun fasilitas BSL 3. Namun, mereka tidak siap untuk membuat program berkelanjutan dalam memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Setelah integrasi ini, maka kami mempunyai kompetensi untuk membangun sekaligus membuat program pemanfaatan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan terbangunnya dua fasilitas ini, Handoko berharap bisa mendorong percepatan penyelesaian vaksin di Indonesia, tidak hanya vaksin merah putih saja, melainkan juga vaksin yang lain. Fasilitas ini akan meningkatkan kemampuan para periset khususnya yang berkecimpung dalam penyediaan vaksin yang pada akhirnya dapat menambah pengalaman dalam mengembangkan vaksin.

Selain itu, pengembangan vaksin di Indonesia juga tidak bersinergi dengan industri vaksin sehingga sulit untuk berkembang.

"Berikutnya kolaborasi dengan industri, jadi ini masih menjadi titik lemah karena industri pun di Indonesia tidak banyak yang memiliki fasilitas pengembangan vaksin, dan terakhir adalah infrastruktur," ujar Plt. Kepala Organisasi Riset IPH BRIN Iman Hidayat.

Iman mengklaim dengan keberadaan BRIN diharapkan bisa membantu enam lembaga penelitian yang saat ini tengah melakukan pengembangan Vaksin Merah Putih.

"Jadi 3 bottleneck ini cukup kronis di Indonesia, dan itu dialami saat ini, sehingga memang diperlukan tindakan-tindakan, salah satunya adalah BRIN membangun beberapa fasilitas untuk memfasilitasi riset-riset Covid-19," ucapnya. 

Dia berharap pengembangan Vaksin Merah Putih yang dilakukan oleh enam lembaga bisa menjadi pelajaran pertama pengembangan vaksin di dalam negeri.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 vaksin Merah Putih Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top