Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duduk Perkara Suap di PN Surabaya hingga Hakim Itong Berontak

Suap perkara di Pengadilan Negeri Surabaya kemballi membuat geger dunia peradilan. Kasus itu membuktikan bahwa permainan perkara di lembaga peradilan masih lazim terjadi.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 Januari 2022  |  05:59 WIB
Ilustrasi - Petugas KPK lakukan penggeledahan - Antara Foto / Aprillio Akbar
Ilustrasi - Petugas KPK lakukan penggeledahan - Antara Foto / Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA – KPK membeberkan kronologi OTT terkait suap penanganan perkara di pengadilan Surabaya, Jawa Timur. Tiga tersangka ditetapkan.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan bahwa tim mengamankan lima orang orang pada Rabu (19/1/2022) sekitar jam 15.30 WIB di Surabaya.

“IIH [Itong Isnaini Hidayat] Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, HD [Hamdan] Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Surabaya, HK [Hendro Kasiono] Pengacara dan Kuasa dari PT SGP [Soyu Giri Primedika], AP [Achmad Prihantoyo] Direktur PT SGP [Soyu Giri Primedika], dan DW [Dewi] Sekretaris HK,” katanya saat konferensi pers, Kamis (20/1/2022) malam.

Nawawi menjelaskan bahwa OTT bermula pada KPK menerima informasi mengenai adanya dugaan penyerahan sejumlah uang kepada hakim terkait penanganan perkara dari pihak kuasa hukum pemohon yaitu HK.

Kemarin sekitar pukul 13.30 WIB, KPK mendapat informasi ada penyerahan sejumlah uang dalam bentuk tunai dari HK kepada HD sebagai representasi IIH di salah satu area parkir kantor Pengadilan Negeri Surabaya.

Tidak berapa lama kemudian, tambah Nawawi, tim KPK langsung mengamankan HK dan HD beserta sejumlah uang yang sebelumnya telah diterima HD dan kemudian dibawa ke Polsek Genteng untuk dilakukan pemeriksaan.

Secara terpisah, tim KPK juga langsung mencari dan mengamankan IIH dan AP untuk kembali dibawa ke Polsek Genteng guna dilakukan permintaan keterangan.

Para pihak yang diamankan beserta barang bukti kemudian dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan digedung Merah Putih KPK.

Pada OTT, jumlah uang yang berhasil diamankan sebesar Rp140 juta sebagai tanda jadi awal bahwa IIH nantinya akan mememenuhi keinginan HK terkait permohonan pembubaran PT SGP.

KPK kemudian melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka sebagai berikut. Pemberi HK. Penerima HD, dan IIH,” jelasnya.

Hakim Itong Berontak

Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Itong Isnaeni Hidayat tiba-tiba bereaksi dengan memberontak saat Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengumumkan dirinya sebagai tersangka terkait suap penanganan perkara.

Itong seketika membalikkan badannya saat Nawawi membacakan statusnya sebagai tersangka kepada publik. Dia membantah hal tersebut.

“Saya tidak pernah menjanjikan apapun. Ini omong kosong!” katanya saat KPK mengumumkan statusnya bersama tiga tersangka lain pada konferensi pers, Kamis (20/1/2022) malam.

Petugas pengamanan KPK segera menghampiri Itong dan memintanya untuk tenang.

Dalam membeberkan konstruksi perkara, Nawawi menjelaskan bahwa suap diduga terjadi saat tersangka Itong Isnaini Hidayat (IIH) selaku Hakim tunggal Pengadilan Negeri Surabaya menyidangkan salah satu perkara permohonan terkait pembubaran PT Soyu Giri Primedika (SGP).

Yang menjadi pengacara dan mewakili PT SGP adalah Hendro Kasiono (HK). Diduga ada kesepakatan antara HK dengan pihak perwakilan PT SGP untuk menyiapkan sejumlah uang untuk diberikan kepada hakim yang menangani perkara tersebut.

“Diduga uang yang disiapkan untuk mengurus perkara ini sejumlah sekitar Rp1,3 miliar dimulai dari tingkat putusan pengadilan negeri sampai tingkat putusan Mahkamah Agung,” katanya pada konferensi pers, Kamis (20/1/2022) malam.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK surabaya OTT KPK
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top