Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Omicron Merebak, Jokowi: Jangan Tergesa-Gesa Buka Pariwisata untuk Turis Mancanegara

Jokowi meminta agar pembukaan tempat pariwisata bagi turis mancanegara harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena keberadaan Covid-19 varian Omicron.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 20 Januari 2022  |  09:09 WIB
Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar pembukaan tempat pariwisata bagi turis mancanegara harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena keberadaan Covid-19 varian Omicron.

"Seperti di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Labuan Bajo memang yang mereka inginkan [kedatangan] turis dari mancanegara. Namun, dengan kondisi yang belum menentu seperti saat ini ada Omicron, kita harus tetap hati-hati, tidak tergesa-gesa seperti negara lain, " katanya dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa,  Rabu (19/1/2022).

Meski demikian, Jokowi menuturkan, bahwa sektor pariwisata berangsur pulih, okupansi turis lokal mencapai sekitar 70 persen.

Jokowi juga mengatakan, bahwa penerapan protokol kesehatan di Indonesia dan vaksinasi jauh lebih baik jika dibandingkan beberapa negara lain.

Berkaca dari capaian tersebut, Kepala Negara tidak ingin kondisi tersebut berubah menjadi buruk karena pemerintah tergesa-gesa membuka sektor pariwisata secara besar-besaran.

Namun, Jokowi menyampaikan bahwa pada akhir Januari nanti, rute pariwisata Bintan (Kepulauan Riau) - Singapura kemungkinan mulai dibukadengan penerapan sistem bubble.

"Kita lihat kalau baik, nanti bisa dilanjutkan di Bali, tapi bubble juga," kata Jokowi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pariwisata omicron
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top