Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO: Anak-anak dan Remaja Belum Perlu Booster Vaksin Covid-19

Menurut WHO anak-anak dan remaja belum memerlukan dosis booster vaksin Covid-19.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 19 Januari 2022  |  06:39 WIB
Seorang anak memperlihatkan kartu vaksinasi usai mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kediri, Jawa Timur, Selasa (14/12/2021). Pemerintah akan menggunakan 6,4 juta dosis vaksin Sinovac untuk anak hingga akhir Desember 2021. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani -
Seorang anak memperlihatkan kartu vaksinasi usai mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kediri, Jawa Timur, Selasa (14/12/2021). Pemerintah akan menggunakan 6,4 juta dosis vaksin Sinovac untuk anak hingga akhir Desember 2021. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani -

Bisnis.com, JAKARTA-- Kepala Iluwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan menyatakan tidak ada bukti saat ini bahwa anak-anak dan remaja yang sehat memerlukan dosis booster vaksin Covid-19.

Berbicara dalam jumpa pers kemarin, dia mengatakan bahwa meskipun ada beberapa penurunan kekebalan vaksin dari waktu ke waktu terhadap varian Omicron, namun penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan siapa yang membutuhkan dosis booster

"Tidak ada bukti saat ini bahwa anak-anak yang sehat atau remaja yang berat membutuhkan booster. Tidak ada bukti sama sekali," katanya. Namun Swaminathan mengakui varian Omicron menyebar lebih cepat saat ini.

Israel mulai menawarkan booster untuk anak-anak berusia 12 tahun. Sedangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS awal bulan ini mengizinkan penggunaan dosis ketiga vaksin Pfizer dan BioNTech Covid-19 untuk anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun.

Minggu lalu Jerman menjadi negara terkini yang merekomendasikan agar semua anak berusia antara 12 dan 17 tahun menerima suntikan booster Covid-19. Bahkan Hongaria juga telah melakukannya.

Swaminathan mengatakan kelompok ahli top WHO akan bertemu akhir pekan ini untuk mempertimbangkan pertanyaan spesifik tentang bagaimana negara harus mempertimbangkan untuk memberikan booster kepada populasi mereka.

"Tujuannya adalah untuk melindungi mereka yang paling rentan, yang berisiko tinggi terkena penyakit parah dan sekarat, populasi lanjut usia serta orang-orang dengan gangguan kekebalan dan petugas kesehatan," katanya seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (19/1).

Pemerataan vaksin adalah cara terbaik untuk keluar dari fase pandemi saat ini dari epidemi virus corona, kata pakar kesehatan masyarakat top dunia dalam sebuah panel di Davos, Selasa (18 Januari).

Sementara itu, Direktur Darurat WHO, Mike Ryan mengatakan bahwa kesenjangan vaksinasi menjadi kekhawatiran penanganan  pandemi global saat ini. Dia mengatakan bahwa lebih dari separuh populasi dunia telah menerima kedua dosis vaksin Covid-19, tetapi hanya 7 persen dari populasi yang telah sepenuhnya divaksinasi di Afrika.

"Masalahnya adalah kita meninggalkan sebagian besar dunia di belakang. Vaksin benar-benar penting. Tidak ada jalan keluar dari pandemi saat ini tanpa vaksin sebagai pilar strategis utama," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Vaksin
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top