Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tsunami Tonga, Nasib 40 Warga Jepang Belum Jelas

Radio Jepang NHK melaporkan sebanyak 40 orang dilaporkan hilang berdasarkan pantauan satelit.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  10:24 WIB
Citra satelit tsunami yang terjadi di Tonga - BBC
Citra satelit tsunami yang terjadi di Tonga - BBC

Bisnis.com, JAKARTA--Saat ancaman tsunami di sekitar Pasifik akibat letusan hebat gunung berapi bawah laut mulai mereda kemarin.

Namun awan abu besar yang menutupi Tonga, masih menghalangi penerbangan pemantau dari Selandia Baru untuk menentukan tingkat kerusakan akibat letusan dan tsunami beberapa waktu lalu.

Letusan gunung berapi Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai pada Sabtu mengirimkan gelombang tsunami yang menerjang pantai di Tonga. Kenaikan permukaan air dilaporkan terjadi di garis pantai Peru dan Pantai Pasifik di Amerika Serikat hingga Jepang.

Ibu Kota Tonga, Nuku'alofa, mengalami kerusakan "signifikan", kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (17/1). Dia menambahkan belum ada laporan cedera atau kematian tetapi penilaian penuh belum dimungkinkan dengan jalur komunikasi terputus.

Akan tetapi radio Jepang NHK melaporkan sebanyak 40 orang dilaporkan hilang berdasarkan pantauan satelit. 

Kementerian Luar Negeri Jepang menghubungi kedutaannya di Tonga melalui tautan satelit. Kedutaan mengatakan stafnya mencoba menelepon sekitar 40 warga negara Jepang yang tinggal di negara itu untuk memastikan keselamatan mereka.

Dikatakan infrastruktur komunikasi telah rusak oleh banjir yang luas. Negara Pasifik Selatan itu kemungkinan akan menjadi yang paling terpukul oleh letusan gunung berapi bawah laut sekitar 65 kilometer utara ibukotanya pada Sabtu sore.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di negara bagian Hawaii AS mengatakan tsunami setinggi sekitar 80 sentimeter Terpantau di Tonga.

Gunung berapi bawah laut terletak di bawah permukaan laut dan sebagian besar meletus di bawah air.

Diperkirakan ada satu juta gunung berapi bawah laut yang, seperti gunung berapi kontinental, terletak di dekat lempeng tektonik Bumi. Gunung berapi ini tidak hanya menyimpan lava, tetapi juga dapat memuntahkan abu vulkanik dalam jumlah besar.

Menurut lembaga Global Foundation for Ocean Exploration, sekitar "tiga perempat dari semua aktivitas vulkanik di Bumi sebenarnya terjadi di bawah air".

Aktivitas vulkanik bawah laut menimbulkan gunung laut, yakni pegunungan bawah laut yang terbentuk di dasar laut tetapi tidak mencapai permukaan air.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

selandia baru tsunami
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top