Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Omicron Nasional Capai 748 per 15 Januari 2022

Nadia menyampaikan bahwa para PPLN yang terjangkit Omicron ini didominasi dari Turki, Amerika Serikat, Malaysia, dan Uni Emirat Arab.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 16 Januari 2022  |  09:58 WIB
Juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi. (FOTO ANTARA - Muhammad Zulfikar)
Juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi. (FOTO ANTARA - Muhammad Zulfikar)

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa hingga 15 Januari 2022, kasus terkonfirmasi Covid-91 varian Omicron mencapai 748 kasus.

"Sebagian besar kasus Omicron di Indoensia adalah pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) sebanyak 569 dan 155 merupakan transisi lokal," katanya dalam acara webinar virtual bertajuk 'Indonesian Congress Symposium on Combating COVID-19 Pandemic without Boundaries', Minggu (16/1/2022).

Lebih lanjut, Nadia menyampaikan bahwa para PPLN yang terjangkit Omicron ini didominasi dari Turki, Amerika Serikat, Malaysia, dan Uni Emirat Arab.

Sebagai upaya pencegahan penularan lebih luas, Nadia mengatakan bahwa pemerintah terus melakukan upaya penguatan di pintu masuk negara termasuk penetapan durasi masa karantina bagi PPLN.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyaeakat untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan meskipun varian Omicron diketahui tidak menyebabkan gejala sedang atau berat atau lebih banyak gejala ringan dan bahkan tanpa gejala.

"Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan testing dan tracing dimana upaya whole genome sequencing juga ditingkatkan," kata Nadia.

Nadia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pasien terkonfirmasi Omicron masih diwajibkan untuk melakukan karantina terpusat tetapi jika kasus terus meningkat maka ada karantina mandiri bisa dilakukan tetapi dengan pengawasan ketat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes Covid-19 omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top