Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HUT Ke-49, Megawati Berharap PDIP Bisa Eksis Sepanjang Indonesia Berdiri

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berharap parpol yang dipimpinnya akan eksis sepanjang Indonesia ada.
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat berpidato pada hari ulang tahun (HUT) ke-49 PDIP, Senin (10/1/2022). JIBI/Bisnis-Nancy Junita
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat berpidato pada hari ulang tahun (HUT) ke-49 PDIP, Senin (10/1/2022). JIBI/Bisnis-Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berharap partai politik (parpol) yang dipimpinnya akan eksis sepanjang Indonesia ada.

Menurut Mega, partai yang berdiri pada 10 Januari 1973 ini akan berdiri kokoh karena tempaan sejarah.

Hal tersebut diungkapkan Mega dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Ke- 49 PDI Perjuangan, disaksikan secara virtual lewat Kanal Youtube PDIP, Senin (10/1/2022).

“Setiap saya mengingat kesejarahan PDIP, saya selalu memohon agar partai yang saya pimpin ini bisa eksis sepanjang bangsa Indonesia ada, negara Indonesia ada. Eksis selama-lamanya,” kata Mega dalam pidato politiknya.

“Saya cukup lama melakukan perenungan ini. Saya suka melihat masa lalu, melihat situasional saat ini dan terus-menerus berdialektika, berimajinasi dengan masa depan. Dalam perenungan itu, betapa jejak PDIP begitu diwarnai semangat pantang menyerah. Suatu semangat bagaikan api nan tak kungjung padam,” lanjut Mega.

Mega menuturkan, dalam memimpin PDIP, dirinya selalu digerakkan oleh situasi masa lampau, masa kini, imajinasi dan cita-cita masa depan bangsa yang saat ini terus diperjuangankan.

“Sejarah PDIP sangatlah panjang. Dari PDI ke PDI Perjuangan. Tentu  dimulai dari Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan Bung Karno. Lahirnya PDI pada 10 Januari 1973 karena dilakukan fusi dari multi partai waktu itu hingga berbagai peristiwa politik yang dikehendaki rakyat akhirnya dilahirkan PDI Perjuangan,” jelasnya.

Mega menjelaskan, PDI pernah tidak boleh mengikuti pemilu sewaktu Soeharto berkuasa.

“Saya sangat ingat, saya tidak boleh mengikuti pemilu. Karena masih ada persoalan. Waktu itu sepertinya ada dua PDI. Saya kemudian mengonsultasikan ke pemerintah apakah saya boleh ikut pemilu. Dari sisi pemeritah dikatakan boleh. Saya kemudian mendeklrasikan yang Bernama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Hanya bertambah perjuangan,” tuturnya.

“Nilai-nilai perjuangan inilah yang terus kita renungkan sembari selalu melakukan kritik otokritik agar jangan lupa kehendak rakyatlah yang dijadikan pegangan,” pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Indra Gunawan
Editor : Nancy Junita

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper