Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

7 Provinsi Belum Selesaikan Vaksinasi Dosis Pertama, Ini Arahan Jokowi

Tinggal tujuh provinsi yang belum menyelesaikan vaksinasi dosis pertama kepada warganya.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 03 Januari 2022  |  16:44 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia perdana tahun ini pada Senin (3/1 - 2022). IDX.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia perdana tahun ini pada Senin (3/1 - 2022). IDX.

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo atau Jokowi menargetkan 70 persen provinsi sudah merampungkan vaksinasi Covid-19 dosis 1.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa dari target tersebut tinggal tujuh provinsi yang belum menyelesaikan vaksinasi dosis pertama kepada warganya.

“Yang perlu dikejar [vaksinasi] adalah Kalimantan Barat, Sumatra Barat, Aceh, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua yang belum mencapai 70 persen dosis pertama,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Setpres, Senin (3/1/2022).

Lebih lanjut, Menkes juga menyampaikan stok vaksinasi yang ada saat ini yaitu 390 juta dosis dimana 281 juta sudah disuntikkan.

Kemudian, terkait vaksinasi dosis ketiga atau booster akan dimulai pada 12 Januari 2022 dimana masih dikhususkan bagi masyarakat berusia 18 tahun keatas.

“Vaksinasi Booster akan diberlakukan di kabupaten/kota dengan cakupan vaksinasi dosis 1 70 persen dan dosis 2 60 persen,” kata Menkes.

Dengan demikian, sambungnya, terdapat 246 kabupaten/kota yang sudah memenuhi syarat untuk menyelenggarakan vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top