Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Berkas Dugaan Korupsi Nindya Karya Rampung, Persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta

Nindya Karya dan Tuah Sejati ditetapkan sebagai tersangka korporasi terkait kasus korupsi pembangunan dermaga bongkar.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  19:59 WIB
Berkas Dugaan Korupsi Nindya Karya Rampung, Persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta
GEDUNG BUMN NINDYA KARYA. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan bahwa berkas perkara dengan tersangka korporasi PT Nindya Karya (Persero) dan PT Tuah Sejati pada perkara dugaan korupsi pelaksanaan proyek pembangunan dermaga Sabang yang dibiayai APBN tahun anggaran 2006 sampai 2011 dinyatakan lengkap.

“Hari ini, Kamis (30/12/2021) telah dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti tahap II dengan Tersangka korporasi yaitu PT NK [Nindya Karya] yang diwakili oleh Plt Direktur Utama PT NK dan PT TS [Tuah Sejati] yang diwakili oleh Direktur Utama PT TS dari tim penyidik ke tim jaksa karena berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap,” katanya kepada wartawan.

Ali menjelaskan bahwa selanjutnya tim jaksa dalam waktu 14 hari kerja akan melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan ke Pengadilan Tipikor. “Persidangan diagendakan di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat,” jelasnya.

Hari ini KPK juga memanggil PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati. Dalam kasus ini, Nindya Karya dan Tuah Sejati ditetapkan sebagai tersangka korporasi terkait kasus korupsi pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang 2006-2011.

Kedua korporasi diduga diperkaya dalam proyek senilai Rp794 miliar dan diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp313 miliar.

Penyimpangan yang diduga dilakukan yaitu penunjukan langsung Nindya Sejati Join Operation sebagai pelaksana pembangunan, rekayasa penyusunan HPS (harga perkiraan sendiri) dan penggelembungan harga, serta adanya kesalahan prosedur.

KPK menduga PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati menerima keuntungan sebesar Rp94,58 miliar dari proyek itu. Perinciannya, PT Nindya Karya sebesar Rp44,68 miliar dan PT Tuah Sejati sebesar Rp49,9 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tipikor nindya karya
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top