Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kedatangan Pelaku Perjalanan Luar Negeri Meningkat, Begini Cara Mencegah Penyebaran Omicron

Luhut menyampaikan bahwa pemerintah mulai melihat peningkatan kedatangan pelaku perjalanan luar negeri di beberapa pintu masuk Indonesia.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 20 Desember 2021  |  17:28 WIB
Kedatangan Pelaku Perjalanan Luar Negeri Meningkat, Begini Cara Mencegah Penyebaran Omicron
Bandar Udara Internasional Lombok - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa pemerintah mulai melihat peningkatan kedatangan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dari berbagai negara di beberapa pintu masuk Indonesia.

“Untuk itu pemerintah akan melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk kedatangan menuju Indonesia,” katanya dalam konferensi pers, Senin (20/12/2021).

Untuk mengantisipasi melonjaknya PPLN yang tiba di Indonesia, sambungnya, pemerintah juga akan kembali menyiapkan tempat-tempat atau wisma karantina baru untuk menjaga agar kondisi kepulangan mereka tetap kondusif dan sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

“Pemerintah juga akan mengkaji kesiapan Bandara Juanda Surabaya sebagai pintu masuk baru bagi PPLN yang akan pulang ke Tanah Air,” sambungnya.

Luhut juga menyampaikan, guna mencegah penyebaran Omicron di Indonesia, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri yang tidak essensial.

Bahkan, sambung Luhut, pemerintah sangat mempertimbangkan untuk meningkatkan masa karantina menjadi 14 hari jika penyebaran varian Omicron semakin meluas.

Pemerintah sudah menetapkan 11 negara yang dilarang kedatangannya ke Indonesia bagi WNA dan prosedur karantina 14 hari bagi WNI yang baru pulang dari negara tersebut.

Mengikuti perkembangan yang terjadi, pemerintah akan melakukan penambahan negara UK, Norwegia, dan Denmark dan menghapus Hong Kong dalam daftar tersebut dengan mempertimbangkan penyebaran kasus Omicron yang cepat di ketiga negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan omicron
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top