Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Bersyukur Pilih Nadiem Masuk Jajaran Menteri, Ini Alasannya

Jokowi mengaku bersyukur telah memilih Nadiem Makarim untuk menjabat sebagai Mendikbudristek.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 15 Desember 2021  |  16:04 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berdialog dengan kepala sekolah dan guru saat melakukan kunjungan kerja di SMK Negeri 8 Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/11/2020). - Antara
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berdialog dengan kepala sekolah dan guru saat melakukan kunjungan kerja di SMK Negeri 8 Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/11/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku bersyukur telah memilih Nadiem Makarim untuk menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek).

Jokowi menilai Nadiem merupakan sosok yang memiliki latar belakang dalam dunia digital sehingga Indonesia bisa menyiapkan strategi digital dengan talenta-talenta baru di dalam program kampus merdeka.

"Kita beruntung menteri pendidikan kita memiliki pengalaman di dalam perusahaan teknologi. Mas Nadiem, untung banget kita. Saya tanya selalu dijawab," kata Jokowi saat meresmikan Akselerasi Generasi Digital, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (15/12/2021).

Jokowi menjelaskan, Indonesia perlu menyiapkan strategi digital agar tidak tertinggal dengan negara lain. Kuncinya, yaitu perusahaan memberikan peluang untuk mahasiswa belajar dan bisa terbentuk kultur digital.

"Negara kita perlu menyiapkan strategi agar kita tidak tertinggal jauh oleh negara-negara lain. Sehingga saya sampaikan ke menteri BUMN dan yang lain juga waktu kita tidak banyak untuk mengejar," ujarnya.

Dia pun menyebutkan bahwa saat ini Indonesia hanya memiliki waktu 2 tahun untuk mengejar dan membuat strategi sehingga diharapkan talenta-talenta digital di Indonesia mampu mengejar ketertinggalan.

"Waktunya hanya 2 tahun, yang paling sulit memang menyiapkan talenta digital dalam jumlah yang besar. Negara ini akan maju kalau kita bisa melompat. Dan yang paling sulit adalah bagaimana menyiapkan talenta digital, mendatangkan mentor-mentor dengan kualifikasi yang baik. Kita beruntung Menteri Pendidikan kita memiliki pengalaman di dalam perusahaan teknologi. Mas Nadiem, untung banget kita," lanjut Jokowi.

Jokowi menyampaikan Nadiem Makarim selalu mampu menjawab dan memberi alternatif solusi atas pertanyaan terkait upaya menyiapkan talenta-talenta digital.

"Saya tanya, selalu dijawab dengan sangat cepat. 'Ini bagaimana, jumlahnya nggak mau saya hanya 1—2 ribu, maunya jutaan'. (Dijawab) 'Bisa pak. Kampus merdeka, merdeka belajar'. Caranya, ya tadi disampaikan oleh Pak Menteri tadi," tutur Jokowi.

Dia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki potensi pasar digital yang sangat besar sehingga diperlukan persiapan strategi agar tidak tertinggal jauh oleh negara-negara lain.

Jokowi menyebut tren kenaikan pasar digital Indonesia terjadi sejak tahun 2019. Saat itu pasar digital Indonesia sebesar US$40 miliar, pada 2020 masuk ke angka US$47 miliar. Kemudian, pada 2021 naik 49 persen menjadi sekitar US$70 miliar dan diperkirakan nanti di tahun 2025 naik lagi menjadi US$146 miliar.

"Kalau kita tidak bisa menyiapkan ini, akan sulit sekali kita mengejar negara-negara lain. Dan kuncinya sekali lagi dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu saya meminta semua perusahaan besar, teknologi, untuk mau ditempati magang mahasiswa-mahasiswa kita, anak-anak kita. Agar cepat semuanya berubah. Mindset digital ada. Skill digital ada. Sehingga terbentuk culture digital di negara kita," ujar Jokowi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi mendikbud StartUp ekonomi digital Nadiem Makarim
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top