Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pertemuan Menlu RI dan Menlu AS Bahas Empat Isu

Menlu Retno Marsudi dan Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken membahas beberapa isu di antaranya kemitraan strategis Indonesia-AS.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 14 Desember 2021  |  18:06 WIB
Pertemuan Menlu RI dan Menlu AS Bahas Empat Isu
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menyampaikan pidatonya di kampus UI Depok, Selasa (14/12/2021). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Retno Marsudi dan Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken di Jakarta, Selasa (14/12/2021) membahas beberapa isu di antaranya terkait kemitraan strategis Indonesia-AS, hingga dukungan AS kepada Indonesia dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Saya ingin mulai dengan pembahasan isu bilateral. Pertama, AS adalah mitra strategis Indonesia. Kita berkomitmen untuk terus memperkuat kerjasama konkret yang saling menguntungkan dan saling menghormati,” kata Retno dikutip dari laman Kemlu, Selasa (14/12/2021).

Menurutnya, dengan banyaknya shared values yang dimiliki oleh kedua negara, diyakini kerja sama konkrit kemitraan strategis akan terus menguat.

“Demokrasi, misalnya, adalah satu shared value yang dimiliki dua negara,” katanya.

Isu kedua yang dibahas adalah komitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi. Menlu Retno menyampaikan bahwa Indonesia-AS memiliki komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi.

Retno memerinci, angka perdagangan kedua negara Januari-Oktober 2021 mencapai US$29,6 miliar yang mengalami kenaikan 33,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tahun 2020, sambungnya, investasi AS di Indonesia mencapai US$749,7 juta, sedangkan pada periode Januari-September 2021 sudah mencapai US$1,3 miliar atau meningkat 73 persen.

Indonesia juga telah menyampaikan harapan yakni fasilitas GSP tetap dapat diberikan oleh AS. Pasalnya, kata Retno, investasi di Indonesia sangat terbuka lebar, baik di bidang kesehatan, digital dan transisi energi.

“Saya juga sampaikan sebagai tindak lanjut dari Supply Chain Summit di Glasgow, dimana Presiden RI diundang oleh Presiden Biden, maka Indonesia mengusulkan pembentukan Task Force on Supply Chain,” ujarnya.

Retno juga menyampaikan di bidang pembangunan, Indonesia mengapresiasi komitmen AS dalam Millennium Challenge Corporation (MCC) Compact-2 untuk proyek pembangunan berkelanjutan di Indonesia yaitu pembangunan ekonomi hijau, digitalisasi, akses pendanaan serta kesetaraan gender dan pendanaan bagi UMKM perempuan.

Isu ketiga adalah dukungan AS terhadap Indonesia selama pandemi.

Menlu Retno menyampaikan apresiasi kepada AS atas sejumlah bantuan di masa pandemi diantaranya 25,4 juta dosis vaksin melalui Covax Facility, termasuk penambahan 7 juta dosis yang baru tiba kemarin.

Masih di bidang kesehatan, sambungnya, untuk jangka panjang Indonesia berharap kedua negara dapat mengembangkan kerja sama pengembangan vaksin teknologi mRNA.

“Keempat, kita juga berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama Pendidikan dan people-to-people contact,” kata Retno.

Sejalan dengan itu, pada hari ini, Indonesia dan AS telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) Pendidikan, dan pembaruan MoU mengenai kerja sama Peace Corps.

“Kita juga melakukan diskusi mengenai penguatan kerja sama di bidang vocational education,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menlu as kemenlu ri
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top