Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komjak Bela Kejagung Soal Tuntutan Mati Terdakwa Korupsi Asabri

Tuntutan hukuman mati kepada Heru Hidayat dinilai tepat karena kasus ini masuk dalam skala megakorupsi dengan kerugian negara triliunan rupiah.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 13 Desember 2021  |  15:22 WIB
Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Barita LH Simanjuntak (ANTARA - Kodir/Dok.)
Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Barita LH Simanjuntak (ANTARA - Kodir/Dok.)

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Barita Simanjuntak mendukung penuh tuntutan maksimal terhadap terdakwa kasus korupsi Asabri, Heru Hidayat.

Barita tak menampik bahwa setiap proses hukum selalu ada pro dan kontra. Namun khusus untuk kasus Asabri, tuntutan hukuman mati cukup berdasar karena kasus ini masuk dalam skala megakorupsi dengan kerugian negara triliunan rupiah.

"Kami memberikan dukungan kepada semua penegak hukum apalagi Kejaksaan agar semua kasus tipikor apalagi megakorupsi, triliunan rupiah berlanjut dan merugikan serta merampas hak rakyat untuk pembangunan dan kesejahteraan untuk dituntut tegas dan maksimal," kata Barita saat dihubungi Bisnis, Senin (13/12/2021).

Barita mengatakan pihaknya mendukung kerja keras Jaksa Agung untuk membuktikan komitmen dan konsistensi menegakkan hukum tajam kepada para koruptor.

"Serta merampas kekayaan yang diperoleh dari hasil tipikor untuk dikembalikan ke negara dan digunakan untuk kepentingan rakyat," katanya.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum menuntut majelis hakim menjatuhkan hukuman mati terhadap bos PT Trada Alam Moneta Tbk (TRAM), Heru Hidayat. Seperti diketahui, Heru Hidayat dinilai terbukti terlibat dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan dan investasi PT Asabri (Persero) yang merugikan negara Rp22,7 triliun.

"Menyatakan terdakwa Heru Hidayat terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan pemberatan secara bersama-sama dan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dalam dakwaan primer dan kedua primer, menghukum terdakwa Heru Hidayat dengan pidana mati," kata Jaksa.

Jaksa juga meminta bos PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) membayar uang pengganti senilai Rp12,64 triliun. Heru dinilai terbukti terlibat dalam kasus korupsi pengelolaan keuangan dan investasi PT Asabri (Persero) yang merugikan negara Rp22,7 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asabri hukuman mati
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top