Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Putusan PKPU Waskita Beton (WSBP) Ditunda, Ini Alasannya

Sidang putusan PKPU Waskita Beton ditunda sampai Rabu (15/12/2021).
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 10 Desember 2021  |  21:12 WIB
Korporasi beton PT Waskita Beton Precast Tbk. - Istimewa
Korporasi beton PT Waskita Beton Precast Tbk. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menunda putusan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan oleh  PT Tatchi Engineering Indonesia terhadap PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (10/12/2021), sidang dengan agenda putusan tersebut ditunda sampai dengan tanggal 15 Desember karena hakim masih menyiapkan putusan.

"Majelis Hakim masih memerlukan waktu untuk melakukan penyusunan putusan, sidang ditunda dan dilaksanakan kembali pada hari Rabu, 15 Desember 2021dengan agenda Putusan Sidang," demikian penjelasan perseroan dalam keterbukaan informasinya.

Sekadar informasi, dalam petitumnya, pihak pemohon PKPU meminta hakim mengabulkan sejumlah tuntutannya. Pertama, menyatakan WSBP  dalam PKPU sementara  untuk paling lama 45 hari terhitung sejak putusan dibacakan.

Kedua, menunjuk hakim pengawas dari hakim-hakim di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagai Hakim Pengawas untuk mengawasi proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) termohon PKPU.

Ketiga, menunjuk dan mengangkat tim pengurus dalam proses PKPU antara lain Yohanes Sulung Hasiandoz, Yusty Riana, I Putu Edwin Wibisana Kartika sebagai pengurus PKPU atau kurator jika WSBP dinyatakan pailit.

Keempat, membebankan seluruh biaya perkara kepada Termohon PKPU (PT Waskita Beton Precast, Tbk).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pkpu waskita beton precast
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top