Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tiba di Lumajang, Kepala BNPB Pimpin Rakor Penanganan Bencana Semeru

Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan perlu segera dibentuk posko terpadu tanggap darurat bencana untuk korban erupsi Gunung Semeru.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 05 Desember 2021  |  13:04 WIB
Tiba di Lumajang, Kepala BNPB Pimpin Rakor Penanganan Bencana Semeru
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kanan) mendengarkan informasi terkini yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) di Kantor Kecatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu, 5 Desember 2021 / Dok. BNPB
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto tiba di Lumajang Minggu (5/12) siang setelah menempuh 3 jam perjalanan darat dari Surabaya untuk meninjau langsung penanganan bencana erupsi Gunung Semeru.

Setibanya di Lumajang, Suharyanto langsung menggelar rapat koordinasi internal di Kantor Kecamatan Pasiran dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Bupati Lumajang Thoriqul Haq, dan jajaran pemerintah Kabupaten Lumajang.

Dalam arahannya, Suharyanto meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah untuk secara efektif bahu membahu bersama melakukan penanganan darurat pasca erupsi Gunung Semeru, khususnya proses evakuasi korban terdampak dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Kepala BNPB menyampaikan perlu segera dibentuk posko terpadu tanggap darurat bencana untuk memastikan konsolidasi data dan koordinasi giat pencarian, penyelamatan, evakuasi dan penanganan pengungsi dapat berjalan dengan baik.

BNPB sendiri akan menurunkan 3 helikopter yang nantinya dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk melakukan penanganan darurat. Sementara untuk alat berat, akan didukung dari Batalyon 527.

"Dukungan-dukungan ini agar dimanfaatkan sebaik-sebaiknya untuk kepentingan rakyat," kata Suharyanto dikutip melalui keterangan pers, Minggu (5/12/2021).

Selain itu, Suharyanto juga meminta pasokan kebutuhan pengungsi untuk dipastikan ketersediannya.

“Tolong dipastikan tersedia dan cukup. Apabila kurang, mohon untuk dilaporkan agar kami bisa segera bergerak,” ujarnya.

Di kesempatan berbeda, Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatin BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa hingga hari ini pukul 06.20 WIB, terdapat 13 korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru.

Dari 13 korban itu, dua di antaranya sudah dapat teridentifikasi jenazahnya. Untuk 11 korban lainnya masih dalam proses identifikasi jenazah oleh BPBD Lumajang.

“Itu yang teridentifikasi baru dua orang atas nama Poniyim 50 tahun, dari Curah Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, dan Pawon Riyono. Jadi 13 orang korban ini merupakan update langsung dari lapangan dari Bapak Kepala BNPB,” katanya.

Sebelumnya, BNPB juga telah mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan pendampingan penangan darurat kepada pemerintah daerah di lokasi.

BNPB juga telah memberikan bantuan awal sebagai bentuk respon cepat terhadap kejadian tersebut. Total seluruh bantuan yang diberikan senilai Rp. 1.149.189.300.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb erupsi gunung meletus Gunung Semeru
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top