Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Erupsi Gunung Semeru Tidak Dapat Diprediksi, Ini Sebabnya Menurut PVMBG

PVMBG telah memberikan sejumlah informasi kepada pihak-pihak terkait lainnya mengenai hasil monitoring rutin aktivitas Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 05 Desember 2021  |  10:21 WIB
Erupsi Gunung Semeru Tidak Dapat Diprediksi, Ini Sebabnya Menurut PVMBG
Luncuran awan panas Gunung Semeru terpantau dari Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/12/2020). Berdasarkan pemantauan Pos Gunung Api Semeru di Gunung Sawur, Semeru meluncurkan awan panas sepanjang 11 kilometer dan mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang terguyur abu. ANTARA FOTO - Seno
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tingkat kegempaan yang normal dan kabut yang menghalangi upaya pemantauan visual aktivitas Gunung Semeru membuat erupsi yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021) tidak dapat diprediksi.

"Kebetulan kemarin pemantauan visual ditutup kabut sehingga tidak bisa dipantau dengan pandangan kasat mata dan aktivitas kegempaan juga seperti biasa," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani kepada Bisnis, Minggu (5/12/2021).

Pengamatan yang dilakukan PVBMG menggunakan 2 metode. Pertama, secara visual baik kasat mata maupun via teknologi CCTV. Kedua, menggunakan alat-alat pendeteksi di sekitar lokasi gunung.

Kendati demikian, sambungnya, PVBMG telah memberikan sejumlah informasi kepada pihak-pihak terkait lainnya mengenai hasil monitoring rutin aktivitas Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

Dia menjelaskan kejadian guguran awan panas sudah terjadi sejak beberapa pekan sebelum erupsi terjadi dengan intensitas kecil. Dari sisi kegempaan, kata Andiani, aktivitas juga terpantau tidak terlalu tinggi.

"Sehingga belum ada peringatan dini yang kami keluarkan. Namun, ternyata kemaren kejadiannya terjadi cukup besar," ujarnya.

Mengutip pemberitaan Bisnis.com sebelumnya, bencana awan panas guguran Gunung Semeru dikabarkan telah menelan seorang korban jiwa di Dusun Curahkoboan, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Jenazah korban sempat berada di ruang jenazah RSUD dr Haryoto Lumajang. Direktur RSUD dr Haryoto, Halimi Maksum mengatakan korban tiba di RSUD Lumajang sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bencana alam erupsi Gunung Semeru
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top