Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Sudah Siapkan Antisipasi Hadapi Omicron, Apa Saja?

Per 30 November 2021, pemerintah telah mendistribusikan obat ke 34 dinas kesehatan provinsi dan 916 rumah sakit.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 01 Desember 2021  |  19:46 WIB
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam acara Siaran Pers PPKM secara daring di Jakarta, Rabu (25/8/2021) - ANTARA - Hreeloita Dharma Shanti.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam acara Siaran Pers PPKM secara daring di Jakarta, Rabu (25/8/2021) - ANTARA - Hreeloita Dharma Shanti.

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyampaikan pemerintah telah memastikan langkah antisipasi untuk menghadapi varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529)

Dia melanjutkan, pemerintah telah menyiapkan ketersediaan obat hingga hingga fasilitas kesehatan

"Sudah ada persiapan dan buffer tambahan [obat hingga hingga fasilitas kesehatan] berdasarkan kondisi varian Delta kemarin," ujarnya lewat Siaran Pers PPKM, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (1/12/2021).

Lebih lanjut, dia memerinci bahwa per 30 November 2021, pemerintah telah mendistribusikan obat ke 34 dinas kesehatan provinsi dan 916 rumah sakit.

Adapun obat yang telah didistribusikan adalah Oseltamivir sebanyak 17.174.150, Favipiravir 33.798.100, Azithromycin 19.213.160, Remdesivir 1.636.015, dan Azithromycin injeksi 97.649.

Kemudian Lopinavir 200 mg + Ritonavir 50 mg sebanyak 40.920, Vitamin C injeksi 250.045, Tocilizumab 400 mg/20 ml injeksi 1.567, dan Tocilizumab 80 mg/4 ml injeksi 2.500.

"Langkah siap siaga ini dilakukan di hilir dengan memastikan ketersediaan tempat perawatan isolasi dan intensif tercukupi, termasuk obat-obatan dan ketersediaan ventilator serta oksigen," ujarnya.

Dia melanjutkan, dalam sepekan terakhir terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di 21 kabupaten dan kota. Namun, secara nasional, kasus Covid-19 menurun 1 persen. Bahkan, kasus kematian akibat Covid-19 menurun hingga 14 persen.

Nadia menyebutkan, testing rate Covid-19 mencapai 4,31 per 1.000 penduduk per minggu dengan positivity rate mingguan 0,2 persen. Sementara bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 kurang dari 20 persen.

"Tentu tren baik ini kita harapkan dapat dipertahankan, terutama dalam beberapa minggu ke depan kita akan menghadapi libur panjang dalam rangka Natal dan Tahun Baru," ujarnya.

Sementara itu, Nadia pun menyebutkan, saat ini peningkatan kasus Covid-19 di tingkat global terus berlanjut dalam satu bulan terakhir dengan total kasus lebih dari 260 juta dan lebih dari 5,2 juta kasus kematian.

Dia mengatakan Eropa menjadi penyumbang tertinggi kasus global yang menyumbang sebanyak hampir 70 persen kasus, di mana negara yang melaporkan jumlah kasus tertinggi yaitu Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Rusia, dan Prancis.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Protokol Pencegahan Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru Satgas Covid-19 omicron
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top