Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Inggris Beri Peringatan Soal Varian Baru Covid-19, Kebal Vaksin?

Menteri Kesehatan Sajid Javid memberikan peringatan soal varian baru Covid-19 yang muncul di Afrika Selatan. Benarkah kebal vaksin?
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 26 November 2021  |  07:43 WIB
Inggris Beri Peringatan Soal Varian Baru Covid-19, Kebal Vaksin?
Seorang warga berjalan melewati tanda informasi di tengah wabah penyakit Covid-19 di Bolton, Inggris, Senin (17/5/2021). - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Inggris memberikan peringatan terkait varian baru Covid-19 yang ditemukan di Afrika Selatan. Benarkah mutasi virus tersebut kebal vaksin?

Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan bahwa varian, yang disebut B.1.1.529, memiliki protein lonjakan yang sangat berbeda dengan yang ada pada virus corona asli yang menjadi dasar vaksin Covid-19.

Seorang pejabat di Badan Kesehatan Inggris menggolongkan varian tersebut, yang memiliki jumlah mutasi dua kali lipat sebagai varian Delta yang dominan saat ini, sebagai varian yang terburuk.

Varian baru Covid-19 tersebut baru pertama kali diidentifikasi pada awal minggu. Namun, pemerintah Inggris bergegas untuk memperkenalkan pembatasan perjalanan di Afrika Selatan dan lima negara tetangga.

"Apa yang kami ketahui ada sejumlah besar mutasi, mungkin dua kali lipat jumlah mutasi yang kami lihat pada varian Delta. Itu akan menunjukkan bahwa varian baru ini mungkin lebih menular dan vaksin saat ini yang dimiliki mungkin kurang efektif," kata Menteri Kesehatan Sajid Javid seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (26/11/2021).

Untuk mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19, Inggris mengumumkan untuk sementara waktu melarang penerbangan dari Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Lesotho dan Eswatini.

Aturan tersebut mulai berlaku pada Jumat (26/11/2021) mulai pukul 12.00 GMT. Lebih lanjut, pelancong Inggris yang kembali dari negara tujuan tersebut harus dikarantina terlebih dahulu.

Javid mengatakan lebih banyak data diperlukan untuk memastikan bahaya varian baru Covid-19. Namun, dia menegaskan pembatasan perjalanan diperlukan sebagai tindakan pencegahan.

Pasalnya, ilmuwan mengatakan studi laboratorium diperlukan untuk menilai kemungkinan mutasi yang mengakibatkan kemanjuran vaksin sangat berkurang.

Pejabatan di Badan Kesehatan Inggris telah memberi tahu pemerintah tentang perlunya bertindak cepat dan mitigasi, jika kekhawatiran tentang dampak varian muncul.

Meskipun, peneliti mengatakan mungkin perlu waktu berminggu-minggu untuk menghasilkan semua informasi yang diperlukan tentang karakteristik varian baru Covid-19 asal Afrika Selatan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Covid-19 Covid-19 Varian Delta
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top