Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Pentingnya Vaksin Covid-19 Meski Sudah Pernah Terinfeksi

Para peneliti menemukan bahwa para penyintas Covid-19 yang tidak divaksinasi berisiko lima kali lebih mungkin terinfeksi ulang.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 23 November 2021  |  16:00 WIB
Tenaga kesehatan tengah menyiapkan dosis vaksin Covid-19 dalam program vaksinasi yang diselenggarakan di Bandung. - Istimewa
Tenaga kesehatan tengah menyiapkan dosis vaksin Covid-19 dalam program vaksinasi yang diselenggarakan di Bandung. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Tubuh secara alami akan membentuk antibodi terhadap virus jika telah berhasil mengalahkannya. Benar jika seseorang yang telah pulih dari paparan Covid-19 memiliki perlindungan terhadap ancaman tersebut. Pada kenyataannya, perlindungan tersebut tidak akan sama dengan yang diberikan oleh vaksin. 

Orang berpendapat bahwa tidak memerlukan vaksin lagi jika sudah terkena Sars-CoV-2. Penelitian yang dibagikan oleh Journal BMJ, memberikan pemahaman mengenai perlindungan yang lebih baik, vaksinasi atau infeksi?

Perlindungan Dari Infeksi Sebelumnya

Kekebalan adaptif berlaku untuk sebagian besar penyakit menular, jadi orang yang memiliki semacam pertahanan terhadap infeksi ulang Covivd-19 memang benar adanya.

Melansir dari Medical Daily, Selasa (23/11/2021) bahwa antibodi orang yang telah terinfeksi Covid-19 memberikan perlindungan hingga 83 persen terhadap infeksi ulang. Namun, para peneliti juga menyebutkan bahwa jenis perlindungan ini hanya bertahan selama sekitar lima bulan.

Lebih lanjut, meskipun seorang penyintas COVID-19 memiliki perlindungan terhadap infeksi ulang, mereka masih dapat membawa virus di hidung dan tenggorokan mereka dan menularkannya ke orang lain. 

Perlindungan Dari Vaksinasi COVID-19

Pada akhir Oktober, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyoroti sebuah studi baru yang membandingkan kekebalan yang diberikan oleh infeksi sebelumnya dengan kekebalan yang diberikan vaksinasi. Rupanya, para ilmuwan menemukan bahwa vaksinasi lebih menguntungkan.

Setelah meninjau data yang digunakan, para peneliti menemukan bahwa para penyintas yang tidak divaksinasi berisiko lima kali lebih mungkin terinfeksi ulang daripada mereka yang mendapat vaksin dan tidak memiliki infeksi sebelumnya.

Penggunaan vaksin dosis kedua dan booster juga dapat memperpanjang efektivitas vaksin. Dapat disimpulkan bahwa, vaksin memberikan tingkat kekebalan lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih konsisten. Selain itu, vaksin juga memberikan perlindungan agar tidak terjadi efek yang parah jika terinfeksi ulang. 

Di Indonesia, berdasarkan Data Vaksinasi Covid-19, dari target vaksin sebanyak 208.265.720 orang, hingga Senin (22/11/2021) telah mencapai 134.614.136 untuk vaksin dosis 1 dan 89.426.870 untuk vaksin dosis 2.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangan


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top