Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BKF Kemenkeu: Laju Vaksinasi RI Terbesar Kelima di Dunia

Saat ini, Indonesia berada di peringkat 5 dunia dengan 219,48 juta dosis vaksin yang sudah tersalur per 17 November 2021. Hanya lebih rendah dari Tiongkok, India, AS, dan Brazil.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 19 November 2021  |  13:12 WIB
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga di Gelanggang Remaja Kecamatan Matraman, Jakarta, Selasa (16/11/2021). Kementerian Kesehatan mencatat cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekurang-kurangnya 40 persen populasi pada akhir 2021. - Antara
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga di Gelanggang Remaja Kecamatan Matraman, Jakarta, Selasa (16/11/2021). Kementerian Kesehatan mencatat cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekurang-kurangnya 40 persen populasi pada akhir 2021. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengklaim realisasi dosis vaksinasi Indonesia masih menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat 5 dunia dengan 219,48 juta dosis vaksin yang sudah tersalur per 17 November 2021. Hanya lebih rendah dari Tiongkok, India, AS, dan Brazil.

Secara detail, untuk dosis pertama sudah terealisasi sebanyak 132,01 juta dosis sebanyak 48,86 persen populasi dan 86,28 juta untuk dosis ke 2 sebesar 31,93 persen populasi.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu menilai dengan kondisi terkini, jika asumsi kecepatan vaksinasi sekitar 1,5 juta dosis per hari, maka pada Maret 2022 vaksinasi dapat menjangkau sebesar 70 persen penduduk Indonesia.

"Capaian tersebut akan lebih cepat jika vaksinasi dapat terus ditingkatkan dari level saat ini. Pemerintah berencana akan terus melakukan akselerasi vaksinasi untuk menjangkau target populasi sasaran 208 juta penduduk serta tercapainya transisi yang lebih optimal menuju Hidup Berdampingan dengan Endemi [Living with Endemic]," papar Febrio, Jumat (19/11/2021).

Untuk mendukung pelaksanaan intervensi di bidang kesehatan, dia menegaskan APBN akan terus dikerahkan. Hal ini sudah terjadi konsisten dari tahun 2020, dan berlanjut hingga sekarang bahkan telah kita tetapkan berlanjut di tahun 2022 mendatang. Selama situasi masih dinamis, hal ini akan terus menjadi kunci kebijakan Indonesia.

Per 12 November 2021, misalnya, program PEN terealisasi sebanyak Rp483,91 triliun (65 persen dari pagu) yang artinya sebesar itu pula bantuan dihadirkan untuk kesehatan, perlindungan sosial bagi masyarakat miskin, program prioritas untuk sektor-sektor terdampak seperti pariwisata, dukungan bagi usaha kecil dan korporasi, serta insentif pajak untuk dunia usaha.

Di sisi kesehatan sendiri, realisasinya mencapai Rp129,3 triliun 60,1 persen pagu) dengan manfaat yang sangat luas termasuk untuk vaksinasi, 3T, insentif nakes, dan bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Intervensi kesehatan akan terus dilakukan terutama vaksinasi yang sampai saat ini pengadaannya sudah lebih dari 50 persen.

“Masyarakat diharapkan terus bekerja sama dengan konsisten menerapkan 5M di tengah waktu libur nanti, serta menyukseskan program vaksinasi agar momentum pemulihan ini dapat kita jaga terus”, tutup Febrio.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkeu bkf vaksinasi
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top