Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemda Yogyakarta Sambut Baik Rencana Penerapan PPKM Level 3 Selama Nataru

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyambut baik Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 di seluruh wilayah Indonesia selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
Selama pandemi virus corona (Covid-19) pengelola Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta merilis jadwal terbaru jam buka./Wikipedia
Selama pandemi virus corona (Covid-19) pengelola Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta merilis jadwal terbaru jam buka./Wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyambut rencana pemerintah pusat yang akan kembali menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 secara merata untuk seluruh wilayah Indonesia selama masa libur Natal dan Tahun Baru mendatang. Rencana itu akan dilakukan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.

"Dengan PPKM Level 3 itu memungkinkan pemerintah daerah jadi lebih leluasa membuat berbagai kebijakan untuk mengatur kunjungan wisata," kata Sekretaris DIY Kadarmanta Baskara Aji, Kamis, 18 November 2021.

Aji mengakui di masa PPKM Level 2 ini, pemerintah daerah tak bisa banyak mengeluarkan regulasi untuk membendung dan mengatur kunjungan sebab semua objek wisata sudah dibuka. "Dengan Level 3 ini, kami jadi bisa antisipasi mencegah lonjakan kasus Covid-19, daerah menjadi punya kewenangan lebih banyak," kata dia.

Lantas, apakah destinasi wisata akan kembali ditutup dengan kembalinya PPKM Level 3 ini? Aji menyatakan tidak.

 


 
 
 
 
 
 
 
?
"Bukan menutup wisata, tapi mengaturnya, karena saat ini sudah tak mungkin untuk menutup sektor wisata itu," ujar Aji.

Pemerintah DIY menilai lonjakan wisatawan saat ini sudah tak bisa dibendung karena datang dari berbagai penjuru. Satu-satunya jalan agar lonjakan mobilitas ini tak memicu kasus baru naik lagi adalah menegakkan peraturan soal mobilitas.

"Kita sudah tak mungkin melarang orang datang, tetapi kita masih bisa melakukan pembatasan-pembatasan. Baik jumlah kunjungan, membatasi durasinya," kata Aji.

Menurut Aji, dalam momen libur Natal dan Tahun Baru Yogyakarta biasanya disasar wisatawan yang murni hendak melancong. Pergerakannya pun diperkirakan lebih luas bukan hanya di permukiman. "Beda dengan libur lebaran, biasanya lebih banyak orang mudik," kata dia.

ADVERTISEMENT

Wakil Wali Kota Yogya Heroe Poerwadi mengatakan pihaknya juga akan mengintensifkan pemeriksaan atau skrining Covid-19 di masyarakat. "Skrining itu untuk memastikan kondisi sebaran penularan Covid-19 yang ada sekarang tidak tambah meluas," kata dia.

Heroe mengatakan pertumbuhan kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta sudah cukup rendah. Pemkot Yogyakarta mencatat per Rabu, 17 November 2021 ada 27 kasus aktif Covid-19 yang dirawat dan isolasi.

Berdasarkan pelacakan terhadap kontak erat kasus aktif, Heroe menyebut tingkat penularan cukup rendah, yakni hanya satu atau dua kasus yang berasal dari kontak erat serta selebihnya pasien tidak mengetahui bagaimana tertular. “Kami sedang mencoba melakukan skrining di masyarakat. Skrining untuk melihat dan menilai apakah kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta benar-benar rendah karena tidak ada kasus," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper