Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Eks Kepala BIN Buka-Bukaan Soal Dubes dan Diplomat Jadi Intel

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono mengungkapkan bahwa Intelijen memiliki dua metode untuk pengumpulan informasi.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 18 November 2021  |  14:59 WIB
Hendropriyono - YAY
Hendropriyono - YAY

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono mengungkapkan bahwa Intelijen memiliki dua metode untuk pengumpulan informasi.

Hendropriyono mengatakan bahwa dua metode itu adalah metode intelijen terbuka dan tertutup. Dia menjelaskan bahwa metode intelijen terbuka itu biasanya dilakukan oleh para duta besar maupun diplomat yang ditempatkan di sebuah negara.

"Mereka itu juga intel banget, seperti kedutaan asing di Indonesia, dia mengamati itu. Memang secara eksplosure itu dia mengamati masalah perdagangan dan ekonomi, tetapi ujung-ujungnya kan tetap pengumpulan informasi," tuturnya dalam acara Podcast Youtube Deddy Corbuzier, Kamis (18/11/2021).

Dia menjelaskan bahwa duta besar dan diplomat itu akan melaporkan apapun kepada negara yang mengirimnya, tidak hanya masalah ekonomi saja. 

Menurut Hendropriyono, seluruh negara saat ini membutuhkan intelijen. Pasalnya, seluruh negara kini tengah berkompetisi dalam segala hal.

"Tidak hanya ekonomi, kita punya nasional interest karena kadang-kadang teman dan musuh campur itu. Interest bangsa kita apa, kita kan berkompetisi dengan bangsa lain," katanya.

Sementara itu, metode tertutup, Hendropriyono menjelaskan bahwa hal tersebut pernah dipakai oleh seorang Kapten dari Negara Jepang pada tahun 1942. Dia mengatakan tidak ada satu orang pun yang mengira orang itu adalah Kapten dari Negara Jepang dan memiliki sejumlah pasukan untuk melawan militer Belanda di Indonesia.

"Metode hitam Intelijen itu benar-benar tertutup sama sekali, di bawah tanah seperti yang pernah digunakan oleh Jepang tahun 1942," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

intelijen bin hendropriyono badan intelijen negara
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top