Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepala BRIN: Energi Nuklir Wujudkan Net Zero Emission

Kepala BRIN menyebut, pemerintah serius mewujudkan komitmen net zero emission. Untuk itu, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dimulai dengan commercial operation date pada 2045.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 15 November 2021  |  12:00 WIB
Pembangkit listrik tenaga nuklir di Prancis - wikipedia
Pembangkit listrik tenaga nuklir di Prancis - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menyampaikan pemerintah Indonesia tengah serius mewujudkan komitmen net zero emission (NZE) pada 2060

Hal ini dilakukan dengan atau lebih cepat dan mewacanakan pula pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama yang dimulai dengan commercial operation date (COD) pada 2045.

Dia melanjutkan, hal ini sesuai dengan skenario umum transisi energi di Indonesia, di mana saat ini sebesar 75 persen emisi yang dihasilkan berasal dari penggunaan energi fosil.

“Skenario transisi energi menuju NZE ke depan bertumpu pada pembangkitan listrik energi terbarukan yang akan membawa perubahan besar dalam ketenagalistrikan, dan listrik akan menjadi pusat transisi tersebut,” ujar Laksana dalam keterangan tertulis, Senin (15/11/2021).

Senada, Profesor Riset sekaligus Peneliti Ahli Utama pada Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Djarot S. Wisnubroto menilai, komitmen NZE pada 2060 dapat tercapai melalui penggunaan energy nuklir.

Sebelumnya, dia menyayangkan selama lebih dari dua dekade, topik energi nuklir tidak masuk dalam agenda konferensi perubahan iklim yang dikoordinasikan oleh PBB. Namun, pada KTT COP26 yang berlangsung di Glasgow, energi nuklir mulai menjadi perhatian.

“Dengan karakteristik yang hampir bebas karbon, dan mampu menghasilkan daya besar terus menerus maka PLTN merupakan salah satu solusi mengatasi pemanasan global. Memang momok Chernobyl dan Fukushima masih ada.  Namun, ketika krisis iklim makin dalam dan kebutuhan untuk beralih dari bahan bakar fosil menjadi mendesak, sikap banyak negara mulai berubah,” tuturnya.

Dia melanjutkan, untuk menuju NZE Indonesia 2060, Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa disamping mentargetkan untuk secara bertahap menghentikan operasi pembangkit listrik yang sumber energinya dari batu bara, juga memaksimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT). 

Opsi 2045

Bahkan, Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa opsi penggunaan nuklir direncanakan akan dimulai pada 2045 dengan kapasitas hingga mencapai 35 Giga Watt (GW) pada 2060.

Senada, Ketua Pusat Studi Energi Teknologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) Deendarlianto menemukan energi nuklir mampu memenuhi kebutuhan energi secara masif dan sesuai untuk peningkatan kemampuan industrialisasi Indonesia pada masa depan.

Dengan demikian, untuk memenuhi kebutuhan energi yang bersifat masif dan berkesinambungan, maka tidak ada pilihan lain untuk menggantikan peran penggunaan sumber daya energi konvensional kecuali penggunaan energi nuklir.

Dalam penjelasannya disebutkan, teknologi reaktor nuklir telah mencapai pencapaian teknologi yang lebih unggul dibanding dengan teknologi pembangkit lainnya.

Menurutnya, terdapat sejumlah keunggulan teknologi energi nuklir, yaitu tidak menghasilkan limbah yang dilepaskan ke lingkungan. Penyebabnya, semua limbah terkait dengan pengunaan material nuklir dikelola dengan sistem pengelolaan limbah nuklir yang pada akhirnya disimpan, diimobilisasi dan dikungkung.

Kedua, keunggulan lainnya adalah mengaplikasikan sistem keselamatan komprehensif (defense in depth atau sistem pertahanan berlapis) yang terdiri dari keselamatan melekat (inherent safety), redundansi, interlock, reliability, hambatan ganda (multiple barrier), dan prosedur operasi terstandarisasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nuklir emisi karbon Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top