Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelaku Teror Rumah Orangtua Veronica Koman Kirim Surat Ancaman, Ini Isinya

Amnesty menduga teror ini merupakan bentuk serangan terhadap Veronica Koman yang selama ini mendukung perlindungan hak asasi manusia dan melaporkan situasi HAM di Papua.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 08 November 2021  |  12:39 WIB
Pelaku Teror Rumah Orangtua Veronica Koman Kirim Surat Ancaman, Ini Isinya
Garis polisi - Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ledakan terjadi di depan rumah orangtua aktivis Veronica Koman, di bilangan Jelambar Baru, Jakarta Barat pada Minggu (7/11) malam.

Amnesty International Indonesia lewat akun twitter-nya menyebut bahwa ditemukan secarik kertas berisi ancaman di tempat kejadian ledakan.

Ancaman itu disematkan kepada Veronica dari pihak yang menamakan dirinya, Laskar Militan Pembela Tanah Air.

"Pada 7 November 2021, sebuah benda diduga bom meledak di rumah orang tua Veronica Koman sekitar pukul 10.26 WIB. Di tempat kejadian, ditemukan secarik kertas bertuliskan ancaman dari Laskar Militan Pembela Tanah Air. Hari itu, serangan terjadi sebanyak dua kali," seperti dikutip dari akun Twitter Amnesty International Indonesia @amnestyindo, Senin (8/11/2021).

Pelaku teror rumah orangtua Veronica Koman meninggalkan pesan berisi ancaman pada sebuah kertas yang dilaminating. 

"WARNING!!! IF THE POLICE AND APARAT DALAM MAUPUN LUAR NEGERI TIDAK BISA MENANGKAP VERONIKA [email protected] PECUNDANG DAN PENGECUT, KAMI TERPANGGIL BUMI HANGUSKAN DIMANAPUN BERSEMBUNYI. MAUPUN GEROMBOLAN PELINDUNGMU," demikian bunyi pesan dari orang atau kelompok yang mengaku Laskar Militan Pembela Tanah Air.

Amnesty mengungkapkan rumah keluarga Veronica sudah dua kali mengalami teror. Pertama, terjadi pada pagi hari tanggal 24 Oktober 2021 di kediaman keluarga Veronica Koman.

Teror kedua, terjadi pada pagi dan malam hari di tanggal 7 November. Amnesty menyebut, pelaku diduga menuju TKP menggunakan ojek online dan meletakkan paket diduga berisi bom.

"Paket diduga bom tersebut diletakkan oleh tersangka di depan pintu gerbang rumah keluarga Veronica Koman. Pada serangan kedua, anggota keluarga Veronica membawa paket ke dalam rumah tapi tidak membukanya sampai malam. Berikut dokumentasi dari tempat kejadian perkara," tulis Amnesty.

Amnesty menduga teror ini merupakan bentuk serangan terhadap Veronica Koman yang selama ini mendukung perlindungan hak asasi manusia dan melaporkan situasi hak asasi manusia di Papua.

Diberitakan sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror tengah mempelajari jenis bom yang digunakan untuk meneror rumah orang tua Veronica Koman.

Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri, Komisaris Besar Aswin Siregar mengatakan jenis bom bukan lah yang biasa digunakan oleh para teroris.

"Dari laporan tim satgaswil (satuan tugas wilayah) yang mendatangi lokasi, belum ada temuan yg mengarah ke signature bom yang biasa dipakai kelompok teroris JI atau lainnya yang telah ada di database kami," kata Aswin melalui pesan teks pada Senin (8/11/2021) seperti dikutip dari Tempo.

Soal motif, polisi menduga jika ledakan yang terjadi berkaitan dengan kegiatan dan sikap Veronica Koman yang selama ini pro akan kemerdekaan Papua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bom teroris densus 88 Teror Bom veronica koman
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top