Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral Dosen UIN Jakarta Hina NU, Begini Klarifikasinya 

Dosen Uiniversitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Zubair, M.Ag mendadak viral karena dinilai menghina organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 02 November 2021  |  15:57 WIB
Logo Nahdlatul Ulama - Antara
Logo Nahdlatul Ulama - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Nama dosen Uiniversitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Zubair, M.Ag mendadak viral karena telah menghina organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Zubair menghina NU dalam sebuah acara diskusi melalui zoom dengan tema Diskusi Ilmu Kalam atau Teologi Islam pada perkualiahan hari Senin, 1 Oktober 2021.

Dalam acara itu, Zubair menyebut organisasi NU menganut teonologi Asy'ariyah yaitu salah satu aliran dalam ilmu kalam. Menurutnya, hal itulah yang membuat warga Nahdliyin atau warga NU mengalami kemunduran.

"Asy'ariah itu membingungkan dan tidak produktif, tidak progresif, tidak inovatif, tidak kreatif bikin orang bodoh dan terbelakang itulah Asy'ariyah, makanya NU tidak maju-maju itu karena Asy'ariyah terlalu kuat. Muhammadiyah maju dia, karena memang berkemajuan, dia Mu'tazilah," tutur Zubair dalam video viral tersebut.

Dalam video itu, Zubair juga membandingkan jiwa NKRI yang saat ini dimiliki oleh pengikut NU dan Muhammadiyah.

Menurutnya, Muhammadiyah lebih NKRI karena membangun banyak rumah sakit hingga perguruan tinggi di wilayah yang mayoritas nonmuslim.

"NU itu merasa NKRI, tetapi tidak ada dia bangun kampus di tengah-tengah orang Kristen, sementara Muhammadiyah itu membangun Universitas di Maluku, di Ambon, di NTT yang mayoritas Kristen bahkan di Papua. Sekolah Muhammadiyah dari TK sampai perguruan tinggi juga ada," katanya.

Menanggapi video viral tersebut, Zubair mengaku telah berbicara hal tersebut kepada mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dia juga meminta maaf kepada seluruh pengikut NU dan Muhammadiyah yang telah tersinggung akibat perkataannya tersebut.

Zubair menyebut bahwa pernyataan dirinya itu merupakan wujud kebebasan berekspresi dalam berakademik.

"Maksud saya sama sekali bukan untuk menyinggung perasaan, tetapi cara saya mengajak mahasiswa berpikir kritis. Mohon maaf jika metode saya kurang bijak. Terima kasih, demikian klarifikasi dan permohonan maaf saya," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

muhammadiyah nahdlatul ulama UIN Jakarta
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top