Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelaku Kekerasan Diklat Menwa UNS Terancam 7 Tahun Penjara

Pelaku kekerasan Diklat Menwa UNS akan dikenai Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan hingga menghilangkan nyawa dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun.
Bayu Jatmiko Adi & Muh Khodiq Duhri
Bayu Jatmiko Adi & Muh Khodiq Duhri - Bisnis.com 27 Oktober 2021  |  15:34 WIB
Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo. - Istimewa
Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo. - Istimewa

Bisnis.com, SOLO - Polresta Solo sudah memeriksa 18 orang saksi terkait meninggalnya mahasiswa Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Prodi Sekolah Vokasi UNS Solo, Gilang Endi Saputra, pada Minggu (24/10/2021).

Meski begitu, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus itu.

“Gelar perkara penentuan tersangka belum dilakukan. Sementara kami masih mengumpulkan bahan keterangan dan alat bukti,” jelas Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Selasa (26/10/2021).

Namun, jika terbukti ada unsur kekerasan yang berujung meninggalnya Gilang, polisi akan menggunakan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan hingga menghilangkan nyawa dan Pasal 359 KUHP jika ada unsur kelalain dari panitia.

Adapun ancaman hukuman untuk pelanggar Pasal 351 ayat (3) adalah pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Sementara itu, ancaman hukuman untuk pelanggar Pasal 359 adalah pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Gilang meninggal dunia saat mengikuti Diklat Pra Gladi Patria Angkatan Ke-36 Resimen Mahasiswa (Menwa) UNS Solo.

Kapolresta Solo mengungkapkan pihaknya sudah menyita sejumlah barang bukti yang diduga erat kaitannya dengan peristiwa meninggalnya Gilang, seperti pakaian yang dipakai korban, senjata replika yang digunakan selama diklat, helm, dan barang bukti elektronik.

“Barang bukti itu akan dianalisis dan diajukan ke Labfor guna mendukung penanganan kasus dugaan kekerasan yang diduga terjadi terhadap Saudara Gilang,” jelas Kapolresta.

Kapolresta mengatakan dalam kegiatan Diklat Pra Gladi Patria Angkatan Ke-36 Menwa UNS Solo itu, ternyata ada beberapa standard operating procedure (SOP) yang tidak dijalankan oleh panitia. Misalnya, panitia tidak mengirim pemberitahuan adanya kegiatan yang digelar di luar kampus ke polisi baik tingkat Polsek atau Polresta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uns Menwa

Sumber : JIBI/Solopos.com

Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top