Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kasus Kekerasan Seksual Luwu Timur, Begini Respons Kompolnas

Pelapor kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap tiga orang anak di Kecamatan Maili, Luwu Timur Sulawesi Selatan diminta memberikan bukti baru terkait laporannya.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 11 Oktober 2021  |  13:15 WIB
Kasus Kekerasan Seksual Luwu Timur, Begini Respons Kompolnas
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyarankan pelapor kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap tiga orang anak di Kecamatan Maili, Luwu Timur Sulawesi Selatan memberikan bukti baru terkait laporannya.

Sehingga, tim penyidik dari Polres Luwu Timur bisa membuka lagi kasus tersebut dan menetapkan tersangka selama ada alat bukti yang cukup dalam kasus tindak pidana pencabulan terhadap tiga orang anak di Luwu Timur.

"Jadi untuk menyelesaikan konflik ini, Polres Luwu membuka diri kepada Pelapor untuk memberikan bukti baru," tutur Komisioner Kompolnas Poengky Indarty kepada Bisnis, Senin (11/10/2021).

Menurut Poengky, sebagai aparat penegak hukum, Polres Luwu Timur harus mengedepankan serta menghormati asas praduga tidak bersalah dalam perkara tersebut.

"Karena itu penting sekali bagi tim penyidik untuk menguatkan lidik sidiknya, harus didukung dengan scientific crime investigation," katanya.

Berkaitan dengan perkara itu, Poengky menilai Polri sudah bekerja secara professional dan transparan serta akuntabel. Menurut Poengky, pihak pelapor juga sudah dimudahkan dalam membuat laporan Kepolisian.

"Nah, dalam kasus Luwu tersebut, kami melihat polisi sudah cepat melayani, termasuk dengan melakukan VER, pemeriksaan psikologi dan mendengar keterangan saksi-saksi, sehingga tidak benar jika polisi lambat menangani kasus ini," ujar Poengky.

Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap tiga anak terungkap setelah ibu korban melaporkan ke Polres Luwu Timur. Sayangnya, laporan tersebut diduga tidak ditindaklanjuti secara optimal oleh kepolisian.

Ibu korban menuding polisi abai dan tidak mempertimbangkan bukti-bukti yang disampaikan oleh pihak korban. Alhasil, polisi kemudian menghentikan penyelidikan dugaan kasus kekerasan sekusual yang dilakukan oleh ayah kandung ketiga anak tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kompolnas luwu timur
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top