Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Malaysia Borong 150.000 paket pil Covid-19 dari Merck, Thailand & Taiwan Menyusul

Obat ini memicu permintaan besar untuk obat di Asia, dengan Korea Selatan, Singapura dan Australia mengumumkan kesepakatan serupa untuk membeli pil tersebut minggu ini.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 07 Oktober 2021  |  14:12 WIB
Pil antivirus Covid-19 eksperimental, molnupiravir, yang sedang dikembangkan oleh Merck & Co Inc dan Ridgeback Biotherapeutics LP terlihat dalam foto selebaran tak bertanggal yang dirilis oleh Merck & Co Inc dan diperoleh Reuters pada 17 Mei 2021. - Antara/Reuters
Pil antivirus Covid-19 eksperimental, molnupiravir, yang sedang dikembangkan oleh Merck & Co Inc dan Ridgeback Biotherapeutics LP terlihat dalam foto selebaran tak bertanggal yang dirilis oleh Merck & Co Inc dan diperoleh Reuters pada 17 Mei 2021. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Malaysia telah mencapai kesepakatan dengan produsen obat AS Merck & Co. untuk membeli 150.000 paket pil antivirus eksperimentalnya, Molnupiravir. Malaysia bergabung dengan negara-negara Asia lainnya yang terburu-buru untuk mengamankan pasokan.

Molnupiravir akan menjadi obat antivirus oral pertama untuk Covid-19 jika mendapat persetujuan WHO. Obat ini dapat mengurangi risiko kematian atau dirawat di rumah sakit hingga 50 persen, terutama bagi mereka yang paling berisiko tertular Covid-19 yang parah.

Obat ini memicu permintaan besar untuk obat di Asia, dengan Korea Selatan, Singapura dan Australia mengumumkan kesepakatan serupa untuk membeli pil tersebut minggu ini. Taiwan dan Thailand juga sedang dalam pembicaraan dengan Merck, yang dikenal sebagai MSD di luar AS dan Kanada.

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan pemerintah telah menandatangani surat perjanjian untuk pembelian pada hari Kamis.

"Keputusan ini dibuat saat kami bersiap untuk transisi ke fase endemik, di mana kami dapat hidup berdampingan dengan virus dengan menambahkan perawatan inovatif baru sebagai 'senjata' untuk melawan Covid-19, selain vaksinasi dan tindakan kesehatan masyarakat lainnya," Khairy kata dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Channel News Asia.

Malaysia telah mencatat hampir 2,3 juta infeksi Covid-19, tertinggi ketiga di Asia Tenggara, tetapi negara ini secara bertahap mencabut pembatasan pergerakan dalam beberapa pekan terakhir karena jumlah kasus baru menurun di tengah program vaksinasi yang ditingkatkan.

Sekitar 64 persen dari 32 juta penduduk Malaysia sekarang telah divaksinasi lengkap, termasuk 88 persen orang dewasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merck Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top