Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lacak Lokasi Tersangka Kasus e-KTP di Singapura, Ini yang Dilakukan KPK

KPK akan berkoordinasi dengan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura untuk memastikan proses pemeriksaan terhadap Paulus Tanos bisa tetap berlangsung.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 01 Oktober 2021  |  20:02 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui belum bisa memeriksa Paulus Tanos, tersangka pengadaan e-KTP atau KTP elektronik karena kabur ke Singapura.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memaparkan bahwa penyidik lembaga antikorupsi telah mengirimkan surat kepada Paulus Tanos. Namun tidak ada balasan dari Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra terkait pemanggilan tersebut.

"Kami sudah mengirimkan surat kepada yang bersangkutan di Singapura, saya belum cek apakah sudah ada balasan atau tidak," kata Alexander dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Jumat (1/10/2021).

Alex memaparkan bahwa keberadaan tersangka di Singapura memang menjadi halangan bagi KPK untuk mengungkap perkara korupsi e-KTP. Apalagi sampai saat ini, antara Indonesia dengan Singapura juga belum memiliki perjanjian ekstradisi. Akibatnya proses penyidikan suatu perkara kerap tak optimal.

Adapun, lanjut Alex, KPK akan berkoordinasi dengan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura untuk memastikan proses pemeriksaan terhadap Paulus Tanos bisa tetap dilaksanakan.

"Tapi karena pandemi, penyidik kita tidak bisa masuk ke Singapura. Kami juga enggak bisa melakukan upaya penahanan karena tidak memiliki perjanjian ekstradisi," jelasnya.

Sebelumnya KPK telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Paulus Tanos pada pekan lalu. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami keterangan Paulus sebagai tersangka kasus korupsi yang telah merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Adapun dalam perkara ini KPK telah menetapkan sejumlah tersangka. Salah satu tersangka yang sekarang telah berstatus sebagai terpidana adalah politisi Golkar eks Ketua DPR Setya Novanto.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi e-ktp
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top