Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Covid-19, Pakar: Pemerintah Harus Pantau Jalur Tikus

Banyak pintu masuk jalur tikus karena Indonesia negara luas yang berpotensi penularan Covid-19 dari negara lain.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 28 September 2021  |  14:49 WIB
Kawasan di Pos Lintas Batas Indonesia-Malaysia di Entikong, Malaysia - Bisnis/Lavinda
Kawasan di Pos Lintas Batas Indonesia-Malaysia di Entikong, Malaysia - Bisnis/Lavinda

Bisnis.com, JAKARTA - Meski tren kasus Covid-19 menurun, pemerintah tetap diminta waspada penularan dari luar negeri, khususnya melalui jalur ilegal. Indonesia saat ini telah memberlakukan kebijakan isolasi dan testing bagi orang dari luar negeri.

“Saat ini sudah diterapkan aturan pintu gerbang internasional yang dibuka dibatasi, supaya bisa dilakukan pencegahan. Namun, banyak pintu masuk jalur tikus karena Indonesia negara luas. Seperti di Kalimantan berbatasan dengan Malaysia, di Papua berbatasan dengan Papua Nugini atau pelabuhan-pelabuhan kecil,” ujar ahli biostatistik dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan dalam diskusi virtual yang ditayangkan Youtube BNPB, Selasa (28/9/2021).

Menurut dia, mobilitas antarnegara saat ini jauh lebih baik pengawasannya, karena pemerintah sudah menyadari risiko varian baru yang lebih menular. Pengawasan pun berlapis.

“Kemudian pendatang dari mancanegara itu harus diperiksa PCR. Jadi kita tidak percaya lagi hasil PCR yang sudah dibawa orang dari luar negeri tersebut. Harus karantina 8 hari dan PCR negatif baru boleh keluar dari karantina,” papar Iwan.

Iwan juga meminta masyarakat untuk  membatasi mobilitas, karena Covid-19 belum usai.

“Kita harus hati-hati betul. Pengalaman lalu, mobilitas naik, kasus pasti naik. Pelonggaran harus hati-hati,” ujarnya.

Dia menambahkan, vaksinasi harus dipercepat, dan dilakukan pemantauan agar orang positif Covid-19 tidak berkeliaran di tempat publik.

 “Jadi harus ada screening. PeduliLindungi awal yang baik, meskipun aplikasi itu banyak sekali kekurangan,” tutur Iwan.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wilayah perbatasan Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top