Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KKP Tangkap 4 Pelaku Pengeboman Ikan di Perairan Selayar Sulsel

KKP melaporkan sebanyak 7 pelaku pengeboman ikan telah diamankan sejak akhir Agustus 2021.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 19 September 2021  |  14:04 WIB
Kapal nelayan melintas dengan latar belakang matahari terbit di perairan Selat Malaka, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/4 - 2020). /Antara
Kapal nelayan melintas dengan latar belakang matahari terbit di perairan Selat Malaka, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/4 - 2020). /Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 4 pelaku pengeboman ikan di wilayah Perairan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Total, sebanyak 7 pelaku pengeboman ikan diamankan sejak akhir Agustus 2021.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin mengatakan penangkapan dilakukan setelah memperoleh informasi dari masyarakat setempat terkait dengan pengeboman ikan.

"Aksi kejar-kejaran sempat terjadi sebelum akhirnya keempat pelaku tersebut berhasil dilumpuhkan oleh aparat," kata Adin melalui siaran pers yang dikutip Bisnis, Minggu (19/9/2021).

Dalam proses penangkapan tersebut, lanjutnya, aparat mengamankan terduga pelaku, yaitu A (28 tahun), H (28 tahun), S (20 tahun) dan A (18 tahun). Adin menambahkan pemberantasan praktik pengeboman ikan terus diintensifkan oleh Ditjen PSDKP KKP.

Sebelumnya, Aparat Ditjen PSDKP KKP melakukan penangkapan 3 pelaku pengeboman ikan di wilayah Perairan Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah pada Senin (31/8/2021). Dalam penangkapan tersebut, 20 kilogram bom ikan diamankan dari ketiga pelaku.

Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Halid K. Jusuf menambahkan pihaknya terus melakukan peningkatan upaya penanganan destructive fishing.

Selain melakukan langkah-langkah penegakan hukum, upaya preventif juga terus didorong dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penggunaan bom ikan.

Halid menjelaskan pihaknya terus bersinergi dengan aparat terkait dalam pemberantasan destructive fishing, termasuk diantaranya menggandeng Pemerintah Daerah setempat.

“Selain law enforcement kami juga mencoba mencegah dengan program-program penyadartahuan dan peningkatan pemahaman,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkp bom ikan selayar
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top