Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nakes Diserang KKB, IDI Papua Hentikan Layanan Kesehatan di Kiwirok Hingga Oksibil

Permintaan jaminan keamanan bagi nakes sudah disampaikan melalui surat kepada Gubernur Papua menyusul insiden penyerangan hingga pembunuhan terhadap tenaga kesehatan.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 19 September 2021  |  17:49 WIB
Dr. Restu Pamanggi, dokter Puskesmas Kiwirok mengalami luka di tangan akibat dianiaya KKB di Kiwirok kini dirawat di RS Marthen Indey Jayapura. - Antara
Dr. Restu Pamanggi, dokter Puskesmas Kiwirok mengalami luka di tangan akibat dianiaya KKB di Kiwirok kini dirawat di RS Marthen Indey Jayapura. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua menghentikan sementara pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kawasan Kiwirok, Oksibil, dan Pegunungan Bintang, Papua, hingga pemerintah memberi jaminan keamanan untuk para tenaga kesehatan yang bertugas.

“Kami berharap agar segera ada jawaban dari pemerintah provinsi dan pusat untuk penanganan masalah ini, supaya aktivitas melayani masyarakat terutama di wilayah pedalaman bisa segera dilanjutkan, dan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan segera bisa ditangani,” ujar Ketua IDI Wilayah Papua, dr Donald Aronggear dalam keterangan resmi, Minggu (19/9/2021).

Lebih lanjut, permintaan jaminan keamanan bagi nakes sudah disampaikan Donald melalui surat kepada Gubernur Papua menyusul insiden penyerangan hingga pembunuhan terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas Kiwirok, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada awal pekan ini, tepatnya 13 September 2021.

Donald menyampaikan setidaknya 9 nakes menjadi korban dalam insiden tersebut yaitu Restu Pamanggi, Marselinus Ola Attanila, Manuel Abi, Martinus Deni Satya, Lukas Luji, Patra, Siti Khodijah, Katrianti Tandila, dan Christina Sampetonapa.

Dia menambahkan bahwa seluruh korban sudah dievakuasi ke Jayapura dan saat ini sedang dalam penanganan medis dan psikis untuk trauma yang dialami.

Sementara itu, jenazah Gabriela Meilani, tenaga kesehatan yang meninggal akibat penyerangan, sudah diangkat dari jurang dan ditempatkan di lokasi perlindungan terdekat di Kiwirok sambil menunggu evakuasi.

“Proses evakuasi jenazah oleh helikopter TNI terkendala oleh cuaca yang kurang baik serta penembakan," ujar Donald.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Widyawati menyampaikan duka cita dan menyesalkan peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh KKB terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

“Kami sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi, sehinga sdri Gabriela Meilan gugur dalam melaksanakan tugas,” kata Widyawati dalam keterangan resmi Jumat (17/9/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan Kementerian sebelumnya menerima informasi dari Polda Papua terkait dengan tindakan kekerasan oleh KKB yang dialami oleh tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Dia memerinci dari 10 tenaga kesehatan, sebanyak 8 orang sudah mengamankan diri di pos TNI. Sementara dua orang tenaga kesehatan sebelumnya dinyatakan ditahan oleh KKB.

Setelah dilakukan pencarian oleh TNI-Polri, satu orang berhasil ditemukan dalam keadaan hidup, dan satu lagi dalam kondisi meninggal dunia dan saat ini masih menunggu proses evakuasi.

Selanjutnya, Widyawati juga menyampaikan terima kasih atas tindakan cepat dari Pihak TNI-Polri dalam menemukan kedua korban, dan berharap pihak aparat dapat menindak tegas para KKB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua tenaga kesehatan Kelompok Kriminal Teroris Bersenjata-KKTB
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top