Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Brasil Tangguhkan Lebih dari 12 Juta Dosis Vaksin Sinovac

Penggunaan lebih dari 12 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China ditangguhkan karena diproduksi di pabrik yang tidak berizin.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 05 September 2021  |  07:26 WIB
Petugas menata vaksin Covid-19 Sinovac di lemari pendingin gudang Instalasi Farmasi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO -  Fakhri Hermansyah
Petugas menata vaksin Covid-19 Sinovac di lemari pendingin gudang Instalasi Farmasi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas kesehatan federal Brasil, Anvisa menangguhkan penggunaan lebih dari 12 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China karena diproduksi di pabrik yang tidak berizin, menurut otoritas itu dalam sebuah pernyataan.

Anvisa mengatakan telah diperingatkan oleh institut Butantan Sao Paulo pada Jumat lalu mengenai hal itu. Butanta merupakan sebuah pusat biomedis yang telah bermitra dengan Sinovac untuk memproduksi dan melakukan vaksinasi penduduk lokal.

Disebutkan bahwa 25 paket atau 12,1 juta dosis yang dikirim ke Brasil dibuat di pabrik ilegal tersebut. "Unit manufaktur itu belum lolos perizinan dan tidak disetujui oleh Anvisa dalam otorisasi penggunaan darurat vaksin yang disebutkan," menurut regulator itu seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Minggu (5/9/2021).

Menurut Avinsa, larangan itu adalah tindakan pencegahan untuk menghindari risiko pada populasi yang akan divaksinasi. Butantan juga menyatakan kepada Anvisa bahwa 17 paket lainnya, dengan total 9 juta dosis, telah diproduksi di pabrik yang sama, dan sedang dalam perjalanan ke Brasil, menurut regulator tersebut.

Selama larangan 90 hari, Anvisa akan berusaha untuk memeriksa pabrik dan mencari tahu lebih banyak tentang keamanan proses manufaktur. Selama vaksinasi di Brasil sejak awal tahun ini sebagian besar vaksin yang diberikan berasal dari Sinovac.

Brasil kemarin melaporkan 21.804 kasus virus Corona dan 692 kematian akibat Covid-19. Presiden Brasil Jair Bolsonaro sebelumnya mengatakan ingin mengakhiri penggunaan masker wajah untuk melawan Covid-19. Oleh karena itu dia telah menugaskan satu tim penelitian dari kementerian kesehatan untuk mempelajari penghentian penggunaan masker.

Bolsonaro mengatakan telah bertemu dengan Menteri Kesehatan Marcelo Queiroga. Dia menambahkan pengumuman terkait penggunaan masker di Brasil dapat dilakukan dengan segera.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brasil Sinovac Vaksin Covid-19

Sumber : ChannelNewsAsia.com

Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top