Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PAN Gabung Jokowi, NasDem Tepis Isu Miring Soal Amandemen Konstitusi

Penanganan pandemi jauh lebih penting dibandingkan ribut-ribut soal bagi jatah kursi menteri dan perubahan konstitusi.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 01 September 2021  |  15:19 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Palonh, Selasa (22/11/2016). - Sekskab.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Palonh, Selasa (22/11/2016). - Sekskab.

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali memastikan bahwa pertemuan partai koalisi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak membahas mengenai amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Ahmad memaparkan bahwa partainya tak mau gegabah dengan isu amandemen konstitusi. Menurutnya isu ini, termasuk wacana jabatan presiden tiga periode, sangat sensitif dan akan memicu debat politik yang panjang.

“Kemarin ketika saya bertanya ke Ketua Umum Surya Paloh pasca ketemu dengan Pak Jokowi, itu sama sekali tidak disebutkan,” katanya saat dihubungi, Rabu (1/9/2021).

Menurut Ahmad fokus untuk menangani pandemi jauh lebih penting dibandingkan dengan isu politik, apalagi soal amandemen konstitusi.  Penanganan pandemi, kata Ahmad, adalah yang harus diutamakan sehingga soliditas semua pihak diperlukan.

Di sisi lain, partai pendukung pemerintah sampai saat ini belum membahas perubahan landasan negara tersebut. “Sehingga alasan-alasan itu kita tidak pernah diskusikan dan Pak Jokowi sangat menyetujui itu kelihatannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan bahwa amandemen UUD perlu dievaluasi. Pernyataan tersebut terlontar setelah diundang pertemuan dengan Jokowi dan partai pendukung pemerintah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi nasdem surya paloh Presiden Joko Widodo
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top