Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gebrakan Vaksin Nusantara, Uji Klinis Fase 3 Gunakan 5 Varian Virus Corona

Vaksin Nusantara dirancang sebagai vaksin pentavalen. Dalam satu vaksin bisa mencegah infeksi dari lima varian Virus Corona.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 24 Agustus 2021  |  13:55 WIB
Tim peneliti Vaksin Covid-19 Nusantara, di antaranya Ketua Tim Riset Covid-19 dan Formulasi Vaksin pada Yayasan Profesor Nidom, Profesor Chairul Anwar Nidom (kanan), dokter Terawan Agus Putranto (kedua dari kanan). - Dok. Chairul Anwar Nidom
Tim peneliti Vaksin Covid-19 Nusantara, di antaranya Ketua Tim Riset Covid-19 dan Formulasi Vaksin pada Yayasan Profesor Nidom, Profesor Chairul Anwar Nidom (kanan), dokter Terawan Agus Putranto (kedua dari kanan). - Dok. Chairul Anwar Nidom

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Tim Riset Covid-19 dan Formulasi Vaksin pada Yayasan Profesor Nidom, Profesor Chairul Anwar Nidom menyebut, bahwa pihaknya akan menggunakan antigen pentavalen dalam uji klinis fase 3 Vaksin Nusantara besutan eks Menkes Terawan Agus Putranto.

Dia menyebut, bahwa timnya saat ini dalam proses mempersiapkan antigen yang mengandung lima varian Virus Corona yakni varian Lambda, Delta, Delta Plus, Alpha, dan Betha.

Saat berbincang dengan Bisnis, Selasa (24/8/2021), Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular Unair itu mengatakan, bila uji klinis itu bisa terlaksana dan sukses, maka Vaksin Nusantara bisa mencegah infeksi SARS-CoV-2 dari lima varian itu. Artinya, Vaksin berbasis sel dendritik itu merupakan vaksin pentavalen (5 varian dalam 1 vaksin).

Adapun, dasar pertimbangan menggunakan 5 varian Virus Corona adalah, karena virus sangat cepat bermutasi. Maka dengan sekali penyuntikan, akan diharapkan bisa mencegah penularan Covid-19 dari beberapa varian virus.

Nidom menjelaskan, bahwa proses pembuatan Vaksin Nusantara membutuhkan waktu 30 hari hingga 40 hari. Sementara, vaksin konvensional membutuhkan waktu 1 tahun hingga 1,5 tahun.

Itu pun, ujarnya, karena dalam situasi darurat Covid-19, maka proses pembuatan vaksin dipersingkat. Jika tidak dalam situasi darurat, proses pembuatan vaksin bisa memakan waktu 3 tahun.

Vaksinasi Nusantara bisa dperuntukkan bagi orang memiliki komorbid/tanpa komorbid, lansia/muda, serta cukup sekali suntikan untuk seumur hidup.

“Proses vaksinasi tujuh hari sejak diambil darah dari orang yang akan divaksin. Lima hari di antaraya untuk menumbuhkan dan memilih sel dendritik, dan selama dua hari untuk pemberian antigen dan dicuci. Tidak ada zat kimia yang dicampurkan, sehingga tidak menimbulkan masalah bagi orang yang divaksinasi karena berasal dari darah sendiri,” tukas Nidom.

Selanjutnya, dari hasil uji klinis fase 1 dan 2, diketahui bahwa 17 hari setelah penyuntikan muncul antibodi untuk melawan Virus Corona. Hanya saja, saat ini izin uji klinis fase 3 Vaksin Nusantara masih dalam proses. Dan Turki pun mengajukan diri untuk menjadi lokasi uji klinis tersebut.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona dokter terawan Covid-19 Vaksin Nusantara
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top