Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diserbu Covid-19, Sejumlah Daerah di Australia Lockdown

Sejauh ini, Australia mencatat ada 35.200 warga yang terpapar Covid-19 sejak pandemi merebak 2020 lalu dengan angka kematian sebanyak 932 jiwa.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 07 Agustus 2021  |  22:15 WIB
Diserbu Covid-19, Sejumlah Daerah di Australia Lockdown
Papan pemberitahuan yang memperingatkan "Kita semua bisa menjadi pembawa Covid-19" berada di tempat publik di Sydney, Australia, Selasa (27/7/2021). Setelah sebulan melakukan Lockdown, kasus harian Covid-19 di kota Sydney tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. - Bloomberg/Brendon Thorne
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kasus positif Covid-19 di Australia dilaporkan meningkat sehinga otoritas setempat mengambil kebijakan lockdown.

Kota Sydney melaporkan rekor jumlah harian kasus virus corona baru pada Kamis (5/8/2021) dan negara bagian Victoria mengumumkan lockdown selama satu minggu di tengha upaya Australia mencoba menahan laju penularan varian. 

Sejauh ini, Australia mencatat ada 35.200 warga yang terpapar Covid-19 sejak pandemi merebak 2020 lalu dengan angka kematian sebanyak 932 jiwa.

Meski persentase vaksinasi dinilai rendah yakni baru 20 persen orang berusia di atas 16 tahun yang divaksinasi secara penuh, angka terpapar dan kematian akibat virus tersebut menempatkan Australia sebagai negara maju yang survive menghadapi pandemic. 

Pemerintah negeri ini juga berada di bawah tekanan karena ekonomi Australia senilai 2 triliun dolar Australia atau US$1,5 triliun dan terancam oleh resesi kedua dalam dua tahun. 

Dikutip dari abc, Sabtu (7/8/2021), Sydney, kota terbesar di Australia dan ibu kota negara bagian New South Wales, mendekati minggu ketujuh dari penguncian sembilan minggu. Ini melaporkan lima kematian dan rekor 262 infeksi dalam 24 jam terakhir. 

Negara bagian Victoria menyatakan telah mendeteksi delapan kasus baru, dan memulai lockdown tujuh hari pada Kamis malam. 

"Tidak ada yang opsional tentang ini. Dan akan ditegakkan, untuk alasan terbaik dan tujuan terbaik, untuk menurunkan jumlah kasus ini, di bawah kendali sehingga kami dapat sekali lagi membuka," Perdana Menteri negara bagian Victoria Daniel Andrews kepada wartawan di Melbourne. 

Tiga kota terpadat di Australia - Sydney, Melbourne dan Brisbane – semuanya sudah diisolasi. Wilayah Hunter di New South Wales juga akan dikunci mulai Kamis malam setelah enam infeksi baru di sana. 

Sementara itu, pejabat kesehatan negara bagian menyatakan bahwa empat dari lima orang yang meninggal karena Covid-19 di Sydney diketahui tidak divaksinasi. Sementara yang lain telah menerima satu dosis. 

Publik di negara itu tetap mewaspadai penggunaan vaksin AstraZeneca  setelah sejumlah kecil kasus kelainan pembekuan darah yang langka dilaporkan di antara orang-orang yang menerimanya -- termasuk kasus baru, pada seorang wanita berusia 34 tahun dari New South Wales. 

Masyarakat ingin menunggu lebih banyak pasokan vaksin Pfizer yang rencananya  tiba bulan depan, ketika Australia mengharapkan untuk mengizinkan orang di bawah 40 tahun untuk mendaftar untuk diinokulasi. 

Pakar kesehatan mengharapkan Australia untuk memberlakukan lockdown sampai mencapai tingkat vaksinasi yang tinggi tetapi anggota parlemen menghadapi tuntutan untuk melonggarkan pembatasan bagi mereka yang tidak dapat bekerja. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia Covid-19
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top