Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fakta Hukum Terbaru Dugaan Kartel Kremasi Jenazah Covid-19 di Rumah Duka Abadi

Para calo membuat agen jasa pelayanan kematian kepada para korbannya dan menawarkan dengan harga yang tinggi.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 27 Juli 2021  |  09:35 WIB
Fakta Hukum Terbaru Dugaan Kartel Kremasi Jenazah Covid-19 di Rumah Duka Abadi
Sebuah peti jenazah dikremasi dengan pemulasaraan COVID-19 di Krematorium Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (25/7/2021). Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, jumlah kasus meninggal dunia akibat paparan COVID-19 bertambah sebanyak 1.266 orang sehingga total korban jiwa di Indonesia sebanyak 83.279 orang. ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat mengungkap fakta hukum terbaru mengenai kasus dugaan tindak pidana kartel kremasi di Yayasan Rumah Duka Abadi.

Kepala Unit Kriminal Polres Metro Jakarta Barat AKP Avrilendry mengatakan, bahwa calo kremasi jenazah Covid-19 yang telah memeras korban hingga Rp80 juta sering berkomunikasi dengan pihak Yayasan Rumah Duka Abadi.

Menurut Avrilendry, calo tersebut membuat agen jasa pelayanan kematian kepada para korbannya dan menawarkan dengan harga yang tinggi.

"Jadi calo itu adalah agen jasa pelayanan kematian ya. Dia itu sudah terbiasa berkomunikasi dengan pihak yayasan," tuturnya saat dikonfirmasi, Selasa (27/7/2021).

Avrilendry menyimpulkan, pelaku hanya berperan hanya sebagai calo, bukan kartel maupun sindikat seperti yang sempat viral di media sosial.

Dia berharap korban lainnya melapor ke Polres Metro Jakarta Barat untuk memperkuat alat bukti dan fakta hukum.

"Kasus ini tetap akan berjalan, sembari kita juga tunggu korban lainnya," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

calo Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top