Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemendikbudristek Anggarkan Beli Laptop Buatan Lokal Rp1,3 Triliun

Kemendikbudristek akan mengirimkan 190.000 laptop lokal atau produk dalam negeri (PDN) ke 12.000 sekolah dengan anggaran Rp1,3 triliun sepanjang 2021.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 22 Juli 2021  |  17:14 WIB
Kemendikbudristek Anggarkan Beli Laptop Buatan Lokal Rp1,3 Triliun
Guru memberikan materi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada siswa baru secara daring di SMA Negeri 8 Jakarta, Senin (13/7/2020). Kegiatan MPLS dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menganggarkan belanja laptop lokal sebesar Rp1,3 triliun demi mendorong penggunaan produk dalam negeri (PDN) di bidang teknologi, informasi, komunikasi (TIK). 

“Kemendikbudristek terus mendorong penggunaan Produk Dalam Negeri [PDN] dalam upaya digitalisasi sekolah untuk mewujudkan infrastruktur kelas dan sekolah masa depan. Ini adalah salah satu langkah strategis kami dalam mewujudkan visi Merdeka Belajar, yaitu pendidikan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya melalui keterangan resmi Kemendikbudristek, Kamis (22/7/2021).

Lebih lanjut, Nadiem menjelaskan program digitalisasi sekolah untuk jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA akan mengirimkan 190.000 laptop ke 12.000 sekolah dengan anggaran Rp1,3 triliun sepanjang 2021. 

Sebanyak 100 persen dari anggaran tersebut dibelanjakan untuk laptop PDN dengan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Nadiem juga menekankan bahwa Kemendikbudristek akan melakukan pembelanjaan PDN di tahun-tahun berikutnya.

“Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp2,4 triliun untuk Dana Alokasi Khusus Pendidikan tahun 2021 di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota untuk pembelian 240.000 laptop. Kami mendorong komitmen pemerintah daerah dan dinas pendidikan untuk meningkatkan pembelanjaan PDN di bidang pendidikan,” lanjut Nadiem.

Saat ini, beberapa perguruan tinggi juga sedang merancang dan mengembangkan komponen TIK dalam negeri beserta industrinya. ITB, ITS, dan UGM telah membentuk konsorsium dan menjalin kerja sama dengan industri TIK dalam negeri untuk memproduksi laptop “Merah Putih”.

Kemendikbudristek juga memastikan produsen laptop PDN untuk melibatkan peserta didik SMK dalam praktik perakitan dan menjadi tenaga after sales service TIK PDN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laptop tkdn Nadiem Makarim
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top