Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ahli Bedah Saraf Ariel Henry Dilantik Jadi Perdana Menteri Haiti

Ariel Henry dilantik dalam sebuah upacara di Ibu Kota Port-au-Prince kemarin waktu setempat atau hari yang sama dilakukannya  peringatan resmi untuk menghormati Moise.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 Juli 2021  |  06:50 WIB
Ahli Bedah Saraf Ariel Henry Dilantik Jadi Perdana Menteri Haiti
Ariel Henry dilantik sebagai Perdana Menteri Haiti dalam sebuah upacara di Ibu Kota Port-au-Prince kemarin waktu setempat. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @ArielHenryPM
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Haiti menunjuk perdana menteri baru kurang dari dua minggu setelah pembunuhan Presiden Jovenel Moise yang telah menjerumuskan negara di Kepulauan Karibia itu ke dalam ketidakpastian politik yang lebih besar.

Ariel Henry dilantik dalam sebuah upacara di Ibu Kota Port-au-Prince kemarin waktu setempat atau hari yang sama dilakukannya  peringatan resmi untuk menghormati Moise.

Penjabat Perdana Menteri negara itu, Claude Joseph mengatakan, awal pekan ini bahwa dia akan mundur “demi kebaikan bangsa” setelah sekelompok diplomat internasional mendukung Henry dan mendesaknya untuk membentuk pemerintahan baru.

Henry merupakan seorang ahli bedah saraf berusia 71 tahun dan mantan menteri kabinet.

Dia mengatakan, akan bertemu dengan berbagai kalangan masyarakat dalam beberapa hari mendatang untuk membangun konsensus politik untuk guna masalah yang dihadapi Haiti.

“Dalam konteks polarisasi ekstrem … kita harus menemukan dan menerapkan solusi abadi untuk krisis multidimensi yang kita hadapi,” katanya seperti dikutip Aljazeera.com, Rabu (21/7/2021).

Moise terbunuh pada 7 Juli ketika sekelompok pria bersenjata menyerbu kediaman pribadinya di Port-au-Prince dan menembakinya. Akan tetapi istrinya, Martine Moise, selamat meski terluka parah.

Pembunuhan itu telah mendorong Haiti, yang telah mengalami peningkatan kekerasan geng dan ketidakstabilan politik selama bertahun-tahun, ke dalam kekacauan lebih lanjut.

Tiga pemimpin politik bersaing untuk memperebutkan kepemimpinan Haiti setelah kematian Moise, termasuk Henry, yang dipilih sebagai perdana menteri oleh Moise hanya beberapa hari sebelum presiden terbunuh.

Robert Fatton, pakar politik Haiti di University of Virginia, mengatakan mundurnya Joseph sudah diperkirakan.

"Nasib Joseph telah ditentukan selama akhir pekan," kata Fatton.

Dia menambahkan, bahwa segala sesuatu yang terjadi di Haiti memiliki pengaruh asing yang kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

haiti
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top