Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Greenland Setop Izin Eksplorasi Migas Demi Atasi Perubahan Iklim

Pemerintah sayap kiri Greenland yang berkuasa mengatakan harga penambangan minyak terlalu tinggi dan juga mempertimbangkan dampak iklim berkelanjutan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Juli 2021  |  06:19 WIB
Greenland Setop Izin Eksplorasi Migas Demi Atasi Perubahan Iklim
Sebuah gunung es raksasa terlihat di dekat Desa Innaarsuit, Greenland, Kamis (12/7). - Magnus Kristensen via Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Greenland berkomitmen untuk tidak akan lagi mengeluarkan izin eksplorasi pengeboran minyak dan gas sebagai upaya pengendalian perubahan iklim.

Pemerintah sayap kiri Greenland yang berkuasa mengatakan harga penambangan minyak terlalu tinggi dan juga mempertimbangkan dampak iklim berkelanjutan.

"Langkah ini diambil demi alam kita, demi perikanan kita, demi industri pariwisata kita, dan untuk memfokuskan bisnis kita pada potensi yang berkelanjutan," kata pemerintah yang disebut Naalakkersuisut, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CBS, 18 Juli 2021.

Greenland diyakini memiliki sejumlah besar deposit minyak yang belum dieksplorasi. Satu studi yang dikutip dalam pernyataan itu memperkirakan bahwa ada miliaran barel minyak di sepanjang pantai barat Greenland dan deposit besar di bawah dasar laut pantai timur.

Minyak tidak pernah ditemukan di Greenland, tetapi diyakini ada deposit besar, Norway Today melaporkan.

Pemerintah menegaskan mulai sekarang tidak ada izin eksplorasi baru yang akan dikeluarkan. Kebijakan ini diumumkan pada Jumat (16/7/2021).

Keputusan oleh pemerintah koalisi yang telah menjabat sejak Mei menandai manuver kebijakan besar Greenland, yang pernah mengharapkan pendapatan dari minyak sebagai cara tercepat untuk mencapai kemandirian ekonomi yang akan mendorongnya menuju kemerdekaan politik dari Denmark.

Greenland saat ini menerima subsidi tahunan sebesar 3,9 miliar kroner (Rp8,9 triliun) dari Denmark, dan diharapkan pembayaran tersebut dapat diganti dengan pendapatan dari dua atau tiga temuan lepas pantai yang diperkirakan akan dikuasai Greenland.

Namun, minat pengeboran minyak di Greenland telah memudar dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sumur pertama dibor pada tahun 1975, eksplorasi mencapai titik puncaknya pada tahun 2011, ketika ada 27 izin aktif, dilansir oleh Arctic Today.

Saat ini, eksplorasi dilakukan di empat wilayah saja. Tak satu pun dari eksplorasi minyak Greenland itu akan terpengaruh oleh keputusan tersebut, tetapi kemungkinan besar pengeboran minyak dan gas yang sudah ada tidak akan menghasilkan temuan yang layak secara komersial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak eksplorasi greenland

Sumber : Tempo

Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top