Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Presiden Haiti Dibunuh, Pelaku Mengaku Awalnya Hanya Menangkap Jovenel Moise

Pembunuhan dan ketidakpastian tentang siapa yang menyusun pesekongkolan merupakan isu publik terbaru dalam serangkaian pukulan yang menghantam Haiti.
Para tersangka dalam pembunuhan Presiden Jovenel Moise, yang ditembak mati Rabu (7/7/2021) pagi di rumahnya, ditunjukkan kepada media di Port-au-Prince, Haiti, Kamis (8/7/2021)./Antara-Reutersrn
Para tersangka dalam pembunuhan Presiden Jovenel Moise, yang ditembak mati Rabu (7/7/2021) pagi di rumahnya, ditunjukkan kepada media di Port-au-Prince, Haiti, Kamis (8/7/2021)./Antara-Reutersrn

Bisnis.com, JAKARTA - Sekelompok orang Kolombia dan warga Amerika Serikat yang diduga membunuh Presiden Haiti, Jovenel Moise mengaku kepada penyelidik bahwa mereka semula hanya akan menangkap presiden itu, bukan untuk membunuhnya, menurut laporan Miami Herald dan sumber  yang mengetahui masalah tersebut.

Moise ditembak mati pada Rabu (7/7/2021) pagi di rumahnya di Port-au-Prince oleh unit pembunuh yang terdiri dari 26 orang Kolombia dan dua orang Amerika Serikat turunan Haiti.

Insiden itu telah menjerumuskan negara di Kepulauan Karibia yang bermasalah itu ke dalam kekacauan yang lebih dalam.

Pembunuhan dan ketidakpastian tentang siapa yang menyusun pesekongkolan merupakan isu publik terbaru dalam serangkaian pukulan yang menghantam negara tersebut.

Haiti kini meminta bantuan internasional untuk menyelesaikan persoalan keamanan dalam negerinya.

Washington sejauh ini menolak permintaan pasukan Haiti, meskipun seorang pejabat senior AS mengatakan pada Minggu (11/7/2021), bahwa Washington siap mengirim tim teknis untuk menilai situasi.

Mengutip orang-orang yang telah berbicara dengan beberapa dari 19 tersangka yang ditahan sejauh ini, Miami Herald mengatakan mereka mengatakan misi mereka adalah untuk menangkap Moise dan membawanya ke istana presiden.

Satu sumber yang dekat dengan penyelidikan menyebut, bahwa dua warga Amerika Serikat turunan Haiti, James Solages dan Joseph Vincent, mengatakan kepada penyelidik bahwa mereka adalah penerjemah untuk unit komando Kolombia yang memiliki surat perintah penangkapan. Tetapi, ketika mereka tiba, mereka menemukan sang presiden sudah meninggal.

Namun, pihak kepolisian Haiti tidak membalas permintaan komentar.

Sebelumnya diberitakan bahwa beberapa orang Kolombia mengatakan mereka pergi bekerja sebagai personel keamanan di Haiti, termasuk untuk Moise sendiri.

Pelaku Mengaku Disewa

Miami Herald melaporkan bahwa orang-orang Kolombia yang ditahan mengatakan, bahwa mereka disewa untuk bekerja di Haiti oleh perusahaan CTU Security yang berbasis di Miami.

Perusahaan itu dijalankan oleh imigran Venezuela Antonio Enmanuel Intriago Valera sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (12/7/2021).

Baik CTU maupun Intriago tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Satu nomor telepon yang terkait dengan perusahaan dalam catatan publik mengirim panggilan ke mesin penjawab yang merujuk pada karakter fiksi TV, Jack Bauer, yang memerangi terorisme dalam serial 24.

"Terima kasih telah menelepon keamanan CTU. Untuk Tony Intriago, silakan tinggalkan pesan atau kirim SMS. Untuk Jack Bauer tunggu musim depan. Terima kasih telah menelepon dan semoga harimu menyenangkan."

Profil media sosial yang tampaknya milik Intriago menunjukkan foto Facebook seorang pria dengan perlengkapan taktis mengacungkan senapan bertenaga tinggi. Sedangkan, foto lain di Instagram menunjukkan amunisi, senjata, dan orang-orang yang terlibat dalam pelatihan taktis.

Melalui media sosial, warga Haiti di beberapa bagian Ibu Kota Port-au-Prince merencanakan protes terhadap perdana menteri sementara dan penjabat kepala negara, Claude Joseph.

Hak Joseph untuk memimpin negara ditentang oleh politisi senior lainnya sehingga mengancam akan memperburuk kekacauan yang melanda negara termiskin di benua Amerika itu.

Sementara itu, salah satu pemimpin geng terkemuka Haiti, Jimmy Cherizier, mantan perwira polisi yang dikenal sebagai Barbekyu, mengatakan pada Sabtu (10/7/2021), bahwa anak buahnya akan turun ke jalan untuk memprotes pembunuhan tersebut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper