Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Tutup Lapangan Tiananmen dan Kota Terlarang, Drone Dilarang Melintas

Pemerintah Kota Beijing telah menerbitkan surat edaran yang melarang pengoperasian pesawat nirawak (drone) untuk alasan apa pun di sembilan kawasan administratif selama 13 Juni hingga 1 Juli.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Juni 2021  |  13:15 WIB
Ilustrasi - Polisi mengatur lalu lintas di bawah kabut tebal di seberang Kota Terlarang, Beijing - Antara/M. Irfan Ilmie
Ilustrasi - Polisi mengatur lalu lintas di bawah kabut tebal di seberang Kota Terlarang, Beijing - Antara/M. Irfan Ilmie

Bisnis.com, BEIJING - Dua lokasi di China yang kerap menjadi perhatian dunia ditutup untuk umum selama sepekan. Dua lokasi dimaksud adalah Lapangan Tiananmen dan Kota Terlarang.  

Penutupan akan diberlakukan mulai Rabu (23/6/2021). Lapangan Tiananmen akan dibuka kembali pada 2 Juli, demikian disampaikan otoritas setempat, Selasa.

Selama 23 Juni - 1 Juli, para pengunjung tidak diperkenankan memasuki areal lapangan yang menjadi tempat diumumkan berdirinya Republik Rakyat China oleh Mao Tse Tung pada 1949 tersebut.

Pengunjung juga tidak bisa menonton upacara pengibaran bendera nasional China setiap hari hingga tanggal 3 Juli atau 4 Juli.

Meskipun ditutup, upacara pengibaran bendera di Lapangan Tiananmen tetap akan digelar setiap hari.

Gedung peringatan Mao yang juga berada di dalam Lapangan Tiananmen ditutup selama periode tersebut.

Museum Istana dan Museum Nasional atau dikenal dengan Kota Terlarang di seberang Lapangan Tiananmen juga ditutup untuk umum. Museun ini baru akan dibuka kembali pada 2 Juli.

Penutupan dilakukan terkait dengan persiapan menjelang peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis China (CPC). Puncak acara akan digelar pada 1 Juli 2021.

Penutupan dilakukan agar tidak mengganggu kenyamanan dan menjamin keselamatan para pengunjung serta demi kelancaran persiapan di dalam dan sekitar area.

Pemerintah Kota Beijing telah menerbitkan surat edaran yang melarang pengoperasian pesawat nirawak (drone) untuk alasan apa pun di sembilan kawasan administratif selama 13 Juni hingga 1 Juli.

Tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku pelanggaran yang dapat mengganggu keselamatan kegiatan penerbangan yang diselenggarakan selama perayaan dan kegiatan khusus seperti pelepasan merpati dan balon, demikian surat edaran tersebut.

Dalam dua pekan terakhir, berbagai sudut Kota Beijing terlihat berhias untuk menghadapi perayaan satu abad partai berkuasa di China itu.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Drone beijing

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top