Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengadilan Kanada Dakwa Pembunuh Keluarga Muslim Sebagai Teroris

Nathaniel Veltman menabrak lima orang dari satu keluarga muslim sedang berjalan bersama di satu ruas jalan sekitar pukul 20.40 waktu setempat pada 6 Juni 2021.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 Juni 2021  |  06:30 WIB
Masyarakat di Montreal, Quebec, Kanada, Jumat (11/6/2021), mengikuti renungan untuk mengenang keluarga Muslim yang dibunuh di London, Ontario, yang menurut penjelasan polisi sebagai serangan berdasarkan kebencian./Antara - Reuters/Andrej Ivanov
Masyarakat di Montreal, Quebec, Kanada, Jumat (11/6/2021), mengikuti renungan untuk mengenang keluarga Muslim yang dibunuh di London, Ontario, yang menurut penjelasan polisi sebagai serangan berdasarkan kebencian./Antara - Reuters/Andrej Ivanov

Bisnis.com, JAKARTA - Penabrak satu keluarga Muslim hingga tewas di Kanada, Nathaniel Veltman dijerat dakwaan aksi terorisme pada sidang yang digelar kemarin waktu setempat.

Sebelum didakwa melakukan tindakan terorisme, Veltman dijerat pasal pembunuhan berencana dan percobaan pembunuhan.

Veltman ditahan usai menabrak satu keluarga Muslim yang terdiri dari lima orang di Kota London, Ontario. Akibat serangan itu, empat anggota keluarga meninggal dunia dan satu orang anak laki-laki berusia sembilan tahun luka-luka.

Polisi menyebut Veltman mengenakan baju pelindung dan helm saat melakukan aksinya. Dia juga dipastikan memiliki motif kebencian karena keluarga tersebut merupakan penganut Islam.

Sidang Veltman dilakukan secara virtual dan tertutup. Dalam pernyataan kepolisian, jaksa wilayah dan federal setuju untuk mengenakan dakwaan terorisme atas pembunuhan Salman Afzaal, istrinya, seorang anak perempuannya, dan ibunya, serta percobaan pembunuhan terhadap anak laki-laki keluarga tersebut.

Wakil Perdana Menteri Kanada Chrystia Freeland menyambut dakwaan baru terhadap Veltman itu. "Sangat penting bagi kita untuk menyebutnya sebagai tindakan teror dan penting juga bagi kita untuk mengidentifikasi ancaman mengerikan yang ditimbulkan oleh supremasi kulit putih terhadap negara dan warga Kanada," ujar Freeland seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (15/6/2021).

Selanjutnya, sidang Veltman akan digelar pada 21 Juni 2021 mendatang.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 20.40 waktu setempat pada 6 Juni lalu. Saat itu, lima orang dari satu keluarga muslim sedang berjalan bersama di satu ruas jalan.

Saat kelimanya menunggu waktu untuk menyeberang, tiba-tiba truk hitam yang dikemudikan Veltman menabrak mereka. Tabrakan terencana ini disebut-sebut membangkitkan trauma komunitas Muslim di Kanada yang menjadi target berbagai serangan dalam beberapa tahun belakangan.

Sebagai pengingat, pada Januari 2017, terjadi penembakan massal di masjid Quebec City dan menewaskan enam orang. Setahun kemudian, satu mobil menabrak pejalan kaki di Toronto dan menewaskan sepuluh orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanada teroris islamofobia

Sumber : Aljazeera

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top