Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 Renggut Kehidupan Dokter Ike Sri Redjeki, Tim Inti Pengembang Vent-I

Ike Sri Redjeki merupakan salah satu dosen dan dokter senior sekaligus peneliti sentral dalam pengembangan alat kesehatan dalam negeri yakni Ventilator Vent-I.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 15 Juni 2021  |  16:49 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mencoba Vent-I - Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mencoba Vent-I - Humas Pemprov Jabar

Bisnis.com, BANDUNG — Kabar duka menyelimuti seluruh sivitas Departemen Anastesi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Unpad dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Dokter Ike Sri Redjeki, dokter senior yang terlibat aktif dalam pengembangan ventilator Vent-I meninggal karena Covid-19, Selasa (15/6/2021).

Ike Sri Redjeki merupakan salah satu dosen dan dokter senior sekaligus peneliti sentral dalam pengembangan alat kesehatan dalam negeri yakni Ventilator Vent-I.

Ventilator tersebut dikembangkan bersama YPM Salman-Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Unpad. Pengembangan alat ini membuat kekurangan ventilator di masa pandemi 2020 lalu menjadi penolong. 

Foto Dokter Ike Sri Redjeki/Dok. Keluarga

Ike meninggal di RSHS setelah dirawat secara intensif di ICU. Informasi yang beredar di kalangan pewarta menyebutkan jika tim dokter sempat mencari donor darah bagi Ike saat dirawat. 

Penghormatan atas kepergian dokter Ike ini lantas digelar oleh Departemen Anastesi Fakultas Kedokteran Unpad dan RSHS pada Selasa pukul 05.30.

Prosesi upacara pelepasan dan penghormatan digelar di Lapangan Forensik RSUP Hasan Sadikin Bandung sebelum Ike dimakamkan di Al Azhar Memorial Garden, Karawang pukul 07.00 pagi. Prosesi pelepasan dokter Ike disiarkan secara live lewat aplikasi zoom.

Ike dikenal sebagai dokter spesialis anestesiologi & terapi intensif senior. 

Tahun lalu kepada media, usai mengenalkan Vent-I pada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ike Sri Redjeki mengatakan, Vent-I dikembangkan dengan menggunakan mesin ventilator PEEP (Positive End-Expiratory Pressure) agar mudah dioperasikan.

Hal itu diterapkan karena tidak semua dokter dan tenaga medis dapat mengoperasikan ventilator advance."Kalau memegang ventilator dan salah, itu bukan membantu malah membunuh. Saya coba membuat yang paling sederhana," kata Ike.

Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat mengoperasikan ventilator advance mendorong Ike dan tim berinovasi. Selain SDM, pembuatan ventilator advance memerlukan waktu panjang. Sedangkan, virus SARS-CoV-2 menyebar dengan cepat. Pembuatan ventilator dengan mesin PEEP dinilai efektif, tepat guna, dan biaya produksi yang rendah. Ike mengatakan, Vent-I digunakan untuk pasien Covid-19 dengan gejala klinis tahap dua agar mereka tidak gagal napas.

"Maka kami coba membuat ventilator yang dapat dioperasikan oleh perawat, dokter umum, atau dokter spesialis yang lain. Bahkan mesin ini bisa dibawa pulang, dan dipakai oleh pasien di rumah," ucap Ike. 

Ventilator portabel Vent-I menjadi salah satu solusi pemenuhan ventilator di Indonesia. Keberadaan Vent-I, kata Ike, dapat menekan tingkat mortalitas atau kematian akibat Covid-19. 

"Ventilator yang kami kembangkan dan buat tepat guna, karena tujuannya untuk penanganan Covid-19 yang menular begitu cepat. Itu yang sekarang kita butuhkan," katanya. 

Selamat Jalan Dokter Ike

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

itb unpad Covid-19
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top